30 Persen Kecamatan di Ciamis Diizinkan Gelar KBM Tatap Muka

Dadang Hermansyah - detikNews
Rabu, 29 Jul 2020 16:15 WIB
30 persen kecamatan di Ciamis boleg gelar kegiatan belajar mengajar tatap muka
30 persen kecamatan di Ciamis boleg gelar kegiatan belajar mengajar tatap muka (Foto: Dadang Hermansyah)
Ciamis -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan sekolah di 257 kecamatan zona hijau sudah boleh menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Berdasarkan data dari Gugus Tugas COVID-19 Ciamis hanya ada 30 persen kecamatan yang masuk zona hijau.

"Secara keseluruhan Ciamis dari evaluasi kewaspadaan masuk zona biru untuk Jabar. Secara nasional masuk zona rendah risiko atau zona kuning. Ada beberapa kecamatan di Ciamis zero kasus. Jumlahnya 30 persen dari 27 Kecamatan," ujar Juru Bicara COVID-19 Ciamis Bayu Yudiawan, Rabu (29/7/2020) siang.

Bayu menjelaskan, secara teknis pihaknya menunggu kajian dari PIKOBAR. Itu menjadi dasar Gugus Tugas COVID-19 untuk pembukaan sekolah dengan melihat implementasi penerapan protokol kesehatan.

"Meski sudah ada aba-aba untuk sekolah kembali buka, tapi secara resmi menunggu SK atau edaran yang secara langsung mereview kesiapan wahana untuk melaksanakan protokol COVID-19," ungkapnya.

Gugus Tugas COVID-19 Ciamis juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan sekolah, kaitan dengan kesiapan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19. Karena meskipun zona hijau, potensi penularan bisa terjadi.

"Kita akan melihat kesiapan sekolah di Kecamatan yang masuk zona hijau. Kalau sudah siap tentu boleh buka. Insya alloh dalam seminggu ini bisa selesai. Di awal Agustus untuk membolehkan sekolah menggelar KBM tatap muka langsung," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Ciamis Tatang mengatakan untuk tahap awal ini hanya SMA/SMK yang boleh buka. Itu pun kewenangannya di Provinsi Jabar. Namun pihaknya telah melakukan rapat dan sosialisasi dalam persiapan sekolah belajar tatap muka.

"Kita sudah rapat terkait kesiapan belajar tatap muka. Sudah dipersiapkan ketika zona hijau melakukan tatap muka terbatas dengan menerapkan protokol kesehatan. Guru, Kepala sekolah, pengawas maupun peserta didik harus siap," ujarnya.

Protokol kesehatan yang harus diterapkan di sekolah seperti pakai masker, menyediakan cuci tangan, cek suhu dengan Thermo gun, lingkungan sekolah disemprot disinfektan dan jaga jarak antar bangku sekitar 1,5 meter. Bahkan tak menutup kemungkinan dengan sistem sif kelas.

"Sekarang tahapannya kan SMA/SMK, ketika berjalan lancar baru SD dan SMP juga dibuka. Sampai saat ini Ciamis masih zona kuning jadi proses belajar masih menggunakan daring dan mobile teacher," ucapnya.

Disdik Ciamis juga perlu melakukan musyawarah dengan sekolah, pengawas dan komite untuk kembali melaksanakan belajar tatap muka.

"Memang yang sulit pengawasannya itu ketika pulang atau sebelum berangkat sekolah. Khawatir peserta didik berkumpul tidak langsung pulang. Karena tidak semua di lingkungan sekolah, ada yang naik angkot," katanya.

Kami lebih berpikir bertahan menjalankan program pemerintah dengan belajar sistem daring. Menurutnya lebih baik menunda tatap muka daripada terjadi hal yang tidak diinginkan.

(mud/mud)