1 Pasien Positif COVID-19 Meninggal di Sumedang, Punya Riwayat ke Jakarta

Mumahad Rizal - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 08:48 WIB
Pasien Positif COVID-19 dimakamkan petugas medis lengkap dengan APD
Pasien Positif COVID-19 dimakamkan petugas medis lengkap dengan APD (Foto: Istimewa).
Sumedang -

Seorang pasien positif COVID-19 berinisial AD (54), warga Kampung Sukahurip, Desa Legok Kaler, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dikabarkan meninggal dunia. Pasien sudah dimakamkan dengan prosedur COVID-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Percepatan COVID-19 Kabupaten Sumedang Iwa Kuswaeri membenarkan jika ada pasien positif COVID-19 yang meninggal. Menurutnya, pasien tersebut meninggal dunia pada pukul 23.45 WIB, Senin (27/7/2020).

"Pasien positif COVID-19 ini berjenis kelamin laki-laki berusia 54 tahun berinisial AD dan meninggal di RSUD Sumedang," kata Iwa melalui pesan singkatnya, Selasa (28/7/2020).

Iwa mengungkapkan, jenazah positif COVID-19 tersebut dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Legok Kaler pada Selasa pukul 06.00 WIB. Proses pemakaman sesuai dengan standar protokol COVID-19.

"Proses pemulasaraan jenazah dilakukan sesuai dengan standar penanganan COVID-19," ucapnya.

Menurutnya, pasien berinisial AD itu sebelumnya memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta karena dia merupakan seorang pedagang. Namun pada 1 Juli 2020 lalu, yang bersangkutan pulang ke Sumedang karena sakit.

"Pasien positif tersebut sebelumnya sempat berobat di PKM kecamatan Conggeang selama 4 hari, lalu dirawat di RSUD Sumedang dan sekaligus di rapid test dan hasilnya reaktif, kemudian dia di swab test dan hasilnya positif," katanya.

Untuk itu, pihaknya menegaskan bahwa pemakaman jenazah pasien positif COVID-19 tersebut dilakukan sesuai dengan protokol medis dan dilakukan oleh pihak terlatih dan berwenang.

"Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan waspada dalam menghadapi pandemi global dan mendukung upaya pencegahan penularan penyakit itu. Pandemi COVID-19 belum selesai, tetap jaga jarak, bermasker ketika beraktivitas di luar rumah, dan tetap berdoa," ujar Iwa.

Tonton video 'Corona di RI Tembus 100 Ribu, Berikut 10 Negara dengan Kasus Tebanyak':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)