Ketika TNI Buka Akses Baru Penghubung 2 Desa Terpencil di Subang

Dian Firmansyah - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 22:08 WIB
Prajurit TNI membangun akses jalan baru untuk warga di desa terpencil di Subang
Prajurit TNI membangun akses jalan baru untuk warga di desa terpencil di Subang (Foto: Dian Firmansyah)
Subang -

Ratusan warga di Desa Citamekar, Kecamatan Sagalaherang dan di Desa Banggalamulya Kecamatan Kalijati, Kabupaten Subang sudah bertahun-tahun harus merasakan keprihatinan karena menjadi salah satu daerah terpencil di kabupaten Subang.

Jangankan untuk bisa bergaul di daerah perkotaan, untuk aktivitas sehari-hari saja harus bekerja keras agar dapat keluar dari pemukiman ke jalan raya, kondisi ini terjadi seiring dengan akses jalannya yang cukup mengkhawatirkan.

Menurut Agus Hermawan salah satu warga asli Desa Citamekar mengaku, selama ia tinggal di wilayahnya harus berjibaku dengan jalan tanah merah yang licin dan berbatu.

"Kalo naik motor harus ektra hati-hati. Pernah ada warga yang sakit harus di tandu ke jalan raya dan itu membutuhkan waktu lama jalan kakinya," ujar Agus mengeluh, Senin (27/07/2020).

Namun kesedihan ratusan warga ini akan sirna, pasalnya jalan sepanjang 8,5 kilometer yang menghubungkan dua desa di dua kecamatan tersebut tengah di bangun.

Jalan ini akan menjadi akses jalan menghubungkan dari Jakarta menuju Bandung, akses ini pun akan mengurai kemacetan di jalur wisata di Subang bagian selatan.

"Kita ketahui dan alami bersama saat ini kalo dari subang menuju ibu kota bandung itu hanya ada satu akses yaitu hanya akses tambak mekar, dengan demikian kita ketahui bersama kalau normal itu Sabtu-Minggu terkadang kemacetan menuju Bandung itu sampai ke Subang," ungkap Bupati Subang Ruhimat, saat meninjau proses pengerjaan jalan beberapa waktu lalu.

Ruhimat menegaskan, pembangunan jalan yang bekerjasama dengan Kodim 0605 Subang ini, akan mendongkrak perekonomian warga di dua desa yang terisolir.

"Banyak hasil alam yang ada di wilayah itu sulit untuk dipasarkan, sekarang sudah adanya jalan ini aktivitas warga lebih mudah. Hasil panen warga bisa segera di distribusikan sehingga meningkatkan perekonomian warga sekitar," jelas bupati.

Jalan yang membelah perkebunan, hutan dan perbukitan ini, menyuguhkan pemandangan yang mengagumkan. Deretan ribuan pohon sawit, pemandangan gunung yang menghijau, serta perjalanan yang menyejukkan menjadi objek wisata baru di sepanjang jalan ini.

Sementara dipilihnya lokasi ini berdasarkan pertimbangan kondisi masyarakat dan meningkatkan perekonomian warga sekitar.

"Dipilih zona ini karena ada kejadian suatu daerah di desa tertinggal di desa itu yang akses ke puskesmas itu harus jalan kaki, makanya di ambil jalur tengah di serang panjang ke Cipeundeuy yang pertama, yang ke dua untuk akses nanti ke bandung untuk memecah kemacetan," kata Komandan Kodim 0605 Letkol Arah Edi Maryono.

Selain pembangunan fisik, program Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-108 ini melakukan perbaikan rumah tidak layak huni, perbaikan mushola dan perbaikan sekolah.

(mud/mud)