Era AKB, Ridwan Kamil Minta BUMD Gaspol Jemput Investasi

Yudha Maulana - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 16:33 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (tengah) didampingi Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum (kanan) dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi (kiri) menyampaikan arahan saat rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 di Makodam III Siliwangi, Bandung, Jawa Barat, Senin (22/6/2020). Rapat tersebut membahas evaluasi dan perkembangan penanganan dalam memutus rantai penularan COVID-19 di Jawa Barat. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/wsj.
Ridwan Kamil (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendorong agar Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) lebih agresif untuk jemput investasi di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Pasalnya, pandemi COVID-19 membuat BUMD yang mengelola sejumlah sektor strategis di Jabar gontai.

Dalam Webinar Siasat Recovery BUMD di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang digelar pada Senin (27/7/2020). Pria yang akrab disapa Kang Emil itu meminta agar BUMD membuat rancangan perbaikan ekonomi, kinerja perusahaan dan bahkan menjaring investor.

Kang Emil pun meminta agar rancangan itu bisa diserahkan kepadanya paling lambat dalam 14 hari ke depan. Di hadapan para pimpinan BUMD, ia menegaskan bagi siapapun yang tak bisa beradaptasi dengan cepat, hanya akan menjadi pecundang. Namun sebaliknya, bila bisa melewati krisis dengan baik akan menjadi pemenang.

"Jadi harus jemput bola zaman recovery ekonomi ini. Harus bisa mengkonversi peluang. Saya minta bahan presentasi analisa peluang usaha. Saya kasih waktu tujuh hari sampai 14 hari. Yang baru membukukan laba, selain BJB dan BPR, ada Jaswita dan Migas Hulu. Selain itu masih merugi," ucap Kang Emil.

Ia pun meminta agar BUMD lebih proaktif dalam menjemput kue investasi sebesar Rp 57 triliun yang masuk dengan jangka enam bulan ke depan.

"Jabar itu sangat besar dan luas kue ekonominya. Nah di zaman saya semua BUMD ini harus proaktif menjadi mitra utama untuk investasi sendiri dan menjadi mitra utama untuk investasi dari luar," kata dia saat menjadi keynote speaker dalam webinar Siasat Recovery BUMD Jawa Barat di Era AKB, Senin (27/7/2020).

"Pertanyaannya kan begini, ada 57 triliun selama enam bulan invetasi datang ke Jabar. Kita menjadi rangking satu sekarang Alhamdulillah. Pertanyaannya kan dari kue 57 triliun ini apakah BUMD paham? apakah BUMD ini bisa melihat bahwa banyak peluang kerjasama yang hadir," ia melanjutkan.

Ia membuat contoh, seperti Agro Jabar yang bergerak di bidang hulu pertanian untuk bisa mengambil celah hingga ke hilir. Dari hasil kajian, kata Kang Emil, pertanian merupakan sektor yang paling tahan banting dalam menghadapi wabah.

Begitu pun dengan PT BIJB yang memegang salah satu kunci pembangunan lewat penerbangan.

"Kalau memang yang tidak memberikan nilai ekonomi, bisa ditutup. Jangan jadi di zona nyaman saja. Kalau ga ada kontribusi, saya serahkan ke swasta saja. (kinerja perusahaan) harus terlihat kontribusi terhadap pembangunan daerah. Yang punya dampak sosial tinggi. Kita bukan profit oriented saja. Sosial dan lingkungan juga iya," ia melanjutkan.

"Semua ini harus bersahabat dengan menteri BKPM. Jangan hanya Gubernur saja. Jangan lewat gubernur saja. Rezeki itu harus dijemput. Jangan duduk manis saja. Jangan gunakan ekonomi warung. Duta besar datangi, investor datangi. Saya ingin direksi aktif lobi-lobi datang kesana kemari," pungkasnya.

(yum/mud)