Warga Pangandaran Boleh Salat Idul Adha di Masjid dan Lapangan

Faizal Amiruddin - detikNews
Senin, 27 Jul 2020 14:48 WIB
Salat Berjemaah di Bandung Barat
Ilustrasi salat di dalam masjid. (Foto: Whisnu Pradana/detikcom)
Pangandaran -

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran Cece Hidayat mengatakan masyarakat Kabupaten Pangandaran diperbolehkan menggelar salat Idul Adha di mesjid atau di tanah lapang.

"Boleh, salat id boleh di mesjid atau di lapang. Sama seperti salat Jumat, kan sekarang sudah tak dilarang," kata Cece, Senin (27/7/2020).

Namun demikian Cece menjelaskan seluruh jemaah wajib memakai masker dan mematuhi protokol kesehatan. "Pihak DKM harus memperhatikan betul, jangan lengah jangan sampai terjadi penularan," kata Cece

Selain pada saat salat Idul Adha, penggunaan masker dan protokol kesehatan harus berlanjut pada saat penyembelihan hewan kurban. "Usahakan jangan sampai terjadi kerumunan. Cukup petugas penyembelihan saja," kata Cece.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah teknis pembagian daging kurban. "Pembagian sebaiknya diantar ke rumah, jangan sampai masyarakat yang mengambil, khawatir ada kerumunan yang tak terkendali," kata Cece.

Dia menambahkan petunjuk pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban sudah disebar ke seluruh DKM, diharapkan petunjuk dari Kementerian Agama itu bisa dipatuhi.

Terpisah salah seorang penjual hewan kurban di Desa Wonoharjo Pangandaran Agus Muhyanto mengatakan penjualan tahun ini cukup lumayan. Ada peningkatan sekitar 15 persen ketimbang tahun sebelumnya. "Di luar dugaan, di masa pandemi penjualan hewan meningkat. Alhamdulillah," kata Agus sambil menunjukkan belasan ekor sapi yang sudah terjual di kandangnya.

Agus menjelaskan rentang harga pasaran sapi di Pangandaran dimulai dari harga sekitar Rp 12 juta hingga puluhan juta. "Harga tergantung bobot yang Rp 12 jutaan ada. Jenis sapinya macam-macam ada Simental, Limosin, Brahma, Ongol dan lainnya," kata Agus.

(bbn/bbn)