Heboh Klepon 'Tidak Islami', Ini Respons PKB Kuningan

Bima Bagaskara - detikNews
Rabu, 22 Jul 2020 16:30 WIB
Ketua DPC PKB Kuningan Ujang Kosasih
Ketua DPC PKB Kuningan Ujang Kosasih (Foto: Bima Bagaskara/detikcom).
Kuningank -

Kabar mengenai jajanan kue klepon yang dinyatakan tidak islami viral di media sosial belakangan ini. Bahkan kabar tersebut menjadi salah satu trending di Twitter.

Menanggapi viralnya kabar tersebut, Ketua DPC PKB Kabupaten Kuningan Ujang Kosasih memaknai klepon hanyalah jajanan tradisional yang dibuat oleh pelaku usaha mikro kecil menengah. Menurutnya klepon merupakan jajanan yang sudah ada sejak dulu dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan agama.

"Kalau saya memaknainya klepon itu makanan khas yang terbuat dari tepung kemudian di dalamnya ada gula merah dan di luarnya dikasih parutan kelapa," kata Ujang saat ditemui di Kantor DPC PKB Kabupaten Kuningan, Rabu (27/7/2020).

Ujang mengaku tidak tahu pasti apa maksud dan tujuan pihak-pihak yang membuat isu jajanan klepon tidak Islami itu. Namun yang pasti, menurutnya isu tersebut harus dijadikan inspirasi.

Inspirasi yang dimaksud kata Ujang ialah pemerintah harus memperhatikan nasib UMKM yang ada terlebih saat ini mereka terkena dampak pandemi COVID-19.

"Kalau ada yang memaknai lain saya tidak tahu tapi yang jelas klepon itu dibuat oleh UMKM. Jadi viralnya soal klepon itu harus jadi inspirasi bahwa pemerintah harus hadir di tengah UMKM di Kuningan terlebih saat ini kena dampak COVID-19," lanjutnya.

Ujang yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kuningan ini juga mengaku telah memetakan UMKM mana saja yang terkena dampak pandemi. Sehingga ke depannya, pemerintah bisa mensupport para pelaku UMKM, termasuk pembuat jajanan klepon di Kabupaten Kuningan.

(mso/mso)