Sah! Penyertaan Modal Bank Banten Rp 1,5 Triliun Disetujui DPRD

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 18:29 WIB
Rapat Paripurna DPRD Banten
Rapat Paripurna DPRD Banten (Foto: Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

DPRD Banten menyetujui adanya penyertaan modal Rp 1,5 triliun dari APBD provinsi untuk Bank Banten. Kesepakatan diketuk dalam rapat paripurna DPRD di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Serang.

Penyertaan modal Rp 1,5 triliun ini tertuang dalam Perda tentang Perubahan atas Perda Nomor 5 Tahun 2013 tentang Penambahan Penyertaan Modal Daerah ke Dalam Modal Saham PT BGD untuk Pembentukan Bank Pembangunan Daerah Banten. Seluruh fraksi menyetujui penggelontoran tersebut.

Usai paripurna, Gubernur Wahidin Halim mengatakan lewat penyertaan ini Bank Banten secara otomatis akan ada restrukturisasi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penyertaan modal juga merupakan langkah menyehatkan bank tersebut.

"Setiap ada penyehatan, ada restrukturisasi, itu jadi penting. Restrukturisasi bisa saja penambahan, bisa penggantian," kata Wahidin, Selasa (21/7/2020).

Saat ditanya apakah gubernur akan mengembalikan kas daerah dari bjb kembali ke Bank Banten, Wahidin menjelaskan hal yang paling pertama adalah upaya penyehatan. Bank Banten menurutnya harus kembali mendapat kepercayaan dari publik.

Ia juga menyebut bahwa bank ini memiliki beban utang piutang dari yang ditinggalkan saat akuisisi Bank Pundi senilai Rp 3,6 triliun. Harusnya, utang itu menjadi milik bank tersebut namun harus jadi tanggungan Bank Banten. Jadi, Wahidin memperkirakan bank ini membutuhkan modal kurang lebih Rp 3,2 triliun.

(bri/bbn)