P2TP2A Dalami Dugaan Eksploitasi Bocah Aulia yang Tewas dalam Toren

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 17:27 WIB
Rekonstruksi pembunuhan aulia oleh ayah tiri dalam toren
Rekonstruksi pembunuhan bocah dalam toren (Foto: M Iqbal)
Bandung -

Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung terus mendalami terkait adanya kekerasan dan eksploitasi terhadap Aulia Ekayanti (5) yang tewas dibunuh ayah tirinya Hamid alias Arifin (25).

Sebelumnya, Hamid ditetapkan menjadi tersangka setelah dirinya diketahui membunuh Aulia dengan cara menenggelamkan badan korban ke dalam toren berisi air. Ia mengaku kesal terhadap perkataan kasar bocah perempuan tersebut.

Sekretaris P2TP2A Maman Koswara mengatakan beberapa keterangan telah didapatkan dari para saksi dan keluarga. Hasil sementara, pihak orang tua korban tidak pernah menyuruh atau memaksa korban atau anak lainnya untuk mengamen.

"Hanya orang tuanya yang ngamen," kata Maman, saat menyaksikan reka ulang di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (21/7/2020).

Hamid dan istrinya, Siti Aisyah (29) berprofesi sebagai pengamen di Kota Bandung. Mereka sesekali membawa anaknya, Aulia dan balita berusia dua tahun ke lokasi mengamen.

Maman mengatakan kedua anaknya dibawa mengamen hanya dilakukan sesekali dan tanpa paksaan. Kedua orang tuanya tersebut hanya membawa kedua anaknya apabila tidak dapat dititipkan ke orang lain.

"Kalau yang adiknya tersangka tidak pernah ngamen, sekolah dan bermain, kemungkinan kalau yang bayi (dan Aulia) kadang kalau tidak bisa dititipin dia bawa," ujarnya.

Meski demikian, P2TP2A masih akan terus mendalami terkait pengakuan keluarga, tersangka dan saksi. "Tapi itu masih kita dalami ya, kita lihat di lapangan betul gak ini terjadi," ujarnya.

Selain itu, pihaknya telah melakukan pembinaan kepada setiap pengamen. Sejauh ini, beberapa pengamen sudah berubah profesi.

"Kita sudah melakukan pembinaan yang kita lakukan dua tahun yang lalu, beberapa memang yang biasa ngamen atau ngemis itu sudah berubah profesi menjadi tukang baso dan lain lain. Hasil kami kordinasi dengan pihak desa," paparnya.

(mud/mud)