5 Daerah di Jabar Zona Orange, Boleh Salat Idul Adha Berjemaah?

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 16:17 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi Corona (ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) masih menunggu fatwa MUI terkait pelaksanaan Salat Idul Adha, 31 Juli mendatang. Pasalnya, lima dari 27 kabupaten-kota di Jabar masuk ke dalam zona orange atau daerah dengan risiko penularan COVID-19 yang sedang.

Lima daerah itu yakni Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok dan Kota Cimahi. Juru Bicara GTPP Jabar Berli Hamdani mengatakan kewaspadaan masih harus tetap dilaksanakan meski dalam fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Zona orange resiko sedang, yang resiko rendah (zona kuning) saja belum diperbolehkan secara luas melaksanakan salat id di lapangan/masjid. Intinya masih menunggu fatwa MUI terkait hal ini," ujar Berli saat dihubungi, Selasa (21/7/2020).

Sebelumnya pada 13 Juli 2020, menerbitkan Surat Edaran Nomor 451/110/HUKUM tentang Penyelenggaraan Shalat Idul Adha dalam Situasi Wabah Bencana Non Alam COVID-19. Di dalam surat itu terkandung beberapa imbauan di antaranya agar warga membawa alat salat masing-masing, jaga jarak, tidak berkerumun dan mengimbau agar anak-anak, lanjut usia dan orang yang memiliki sakit bawaan berisiko tinggi untuk tidak mengikuti Salat Idul Adha secara langsung.

Sementara itu untuk tempat penyelenggaraan Salat Idul Adha dapat dilaksanakan di lapangan, masjid, ruangan, kecuali tempat yang dianggap tidak aman dari penularan infeksi COVID-19 oleh Gugus Tugas di kabupaten atau kota.

Beberapa poin yang dicantumkan diantaranya, agar panitia membatasi pintu keluar-masuk ke area salat, menyediakan alat pengecek suhu, menerapkan physical distancing, kemudian tidak mewadahi sumbangan jemaah dengan cara menjalankan kotak untuk menghindari penularan infeksi COVID-19 dan tidak mengizinkan jemaah yang tak bermasker untuk masuk.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menegaskan pelaksanaan Salat Idul Adha tidak akan bermasalah selama protokol dalam AKB ini dipatuhi. "Jaga jarak satu meter, itu panitia yang harus mengatur. Sementara anak-anak dan lansia direkomendasikan tidak mengikuti, jaga keselamatan," tutur Emil, sapaan Ridwan, belum lama ini.

Tonton video 'Vaksin Beredar 2021, Warga Tetap Patuhi Protokol Kesehatan':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)