Ketua Komisi X DPR Minta Pemerintah Perhatikan Sekolah Swasta

Mochamad Solehudin - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 22:24 WIB
Komisi X DPR minta pemerintah perhatikan sekolah swasta
Komisi X DPR minta pemerintah perhatikan sekolah swasta (Foto: Istimewa)
Bandung -

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta pemerintah ikut memperhatikan keberadaan sekolah swasta. Pasalnya, kata dia, keberadaan sekolah swasta ikut membantu dunia pendidikan di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan sekolah swasta jangan dipandang sebelah mata. Justru harusnya ikut mendapat perhatian agar keberadannya benar-benar bisa dimaksimalkan.

"Bagaimana supaya pemerintah tidak memandang sebelah mata pendidikan swasta. Saya sebagai Ketua Komisi X berharap pemerintah membantu sekolah swasta ketimbang membangun sekolah negeri baru," kata Huda dalam rilis yang diterima, Jumat (17/7/2020).

Tidak hanya itu, lanjut dia, sebagai Sekolah Amanat Undang-undang (SAU), yaitu sekolah swasta yang dibiayai 100 persen pemerintah kedudukannya sama dengan sekolah negeri. DPR bersama pemerintah bisa mewujudkan kesetaraan dua institusi pendidikan tersebut dengan membuat regulasi yang jelas.

"Tentu ini bukan hal yang gampang karena secara regulasi belum ada, tetapi bisa diperjuangkan semaksimalnya dengan dimasukkan ke dalam regulasi baru khususnya terkait dengan revisi undang-undang Sistem Pendidikan Nasional," ucap Ketua DPW PKB Jawa Barat ini.

Di sisi lain, dalam kunjungannya ke kawasan Muara Gembong, dia melihat ada potensi wisata yang bisa dikembangkan. "Muara gembong ini betul-betul potensial dijadikan destinasi wisata. Karena dari sekian banyak potensi di sini, baik laut maupun pertanian, yang bisa dikembangkan adalah sektor wisata terutama hutan mangroof," ucap Huda.

Ia berharap, baik pemda setempat maupun pemerintah pusat saling bergandengan tangan dalam membangun potensi wisata Muara Gembong karena tidak mungkin inisiatifnya hanya datang dari salah satu pihak.

"Salah satu cara untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat di sini adalah dengan mengembangkan destinasi wisata. Maka kami akan minta teman-teman Kemenparekraf untuk melakukan pemetaan di sini, mana yang bisa dikembangkan," ujarnya.

(mso/mud)