ADVERTISEMENT

TKI Asal Sukabumi Dikabarkan Meninggal karena Corona di Arab Saudi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 18:26 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Sukabumis -

Entin Kartini (40) pekerja migran asal Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi meninggal dunia di Riyadh Saudi Arabia akibat virus Corona.

Kabar kematian Entin awalnya ramai di salah satu grup media sosial Facebook. Saat ditelusuri diketahui Entin tinggal di Kampung Pamoyanan, Desa Selawangi, Kecamatan Sukaraja.

Awalmya pihak Muspika setempat mengaku belum mengetahui kabar tersebut. Setelah dicek kabar soal Entin akhirnya terungkap.

"Saya baru tahu sekarang. Itu pun tahu dari kalian. Saya sudah koordinasi dengan seluruh kepala desa yang ada di wilayah Kecamatan Sukaraja, untuk segara mengecek kelapangan soal kebenaran informasi tersebut," kata Prandi, Kasi Trantib Kecamatan Sukaraja, Jumat (17/7).

Identitas Entin diketahui setelah pihak Desa Selawangi melakukan pengecekan ke lapangan. "Tadi siang pak Kades Selawangi sudah menjumpai pihak keluarga PMI yang meninggal di Arab Saudi itu," ujar Prandi.

Pihak keluarga mengaku korban meninggal dunia akibat tertular virus Corona. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, pihak keluarganya telah menerima laporan soal korban menderita dengan gejala sakit tenggorokan dan panas tinggi.

"Sebelum meninggal dunia, korban sempat dirawat di rumah sakit Riyadh selama 10 hari. Namun, pada 12 Juli 2020 yang bersangkutan meninggal dunia," ungkap Prandi.

Prandi menjelaskan, pahlawan devisa itu telah meninggal dunia setelah terkena virus Corona karena tertular dari keluarga tempat dia bekerja.

"Karena situasinya pandemi COVID-19, akhirnya jenazah korban langsung dikebumikan di Riyadh. Iya, jenazah korban tidak dibawa ke sini. Tetapi, langsung dikuburkan di sana," kata Prandi menjelaskan.

Dihubungi terpisah, jubir Gugus tugas COVID-19 Kabupaten Sukabumi Andi Rahman mengaku belum mengetahui kabar tersebut.

"Biasanya kalau ada yg meninggal apalagi karena COVID-19 ada informasi ke kita. Belum ada laporan kasus ini," ucapnya singkat.

(mso/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT