Tuntut Aktivasi-Bebas Rapid, Massa Ojol Demo di Balkot Bandung

Siti Fatimah - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 10:42 WIB
Massa Driver Ojol Bandung
Massa driver ojol demo di Balai Kota Bandung. (Foto: Siti Fatimah/detikcom)
Bandung -

Massa pengemudi ojek online (ojol) yang mengatasnamakan Driver Online Jabar Bersatu (DOJB) menggelar aksi damai di depan Balai Kota Bandung, Senin (13/7/2020).

Pantauan detikcom, pukul 09.30 WIB, massa sudah berkumpul di depan Balai Kota. Dengan membawa atribut spanduk bertuliskan 'Profesi Kami Bukan Penyebar COVID-19' dan berupa sindiran 'Orderan Sepi Pamajikan Gacor'. Terlihat pula puluhan polisi berjaga di depan gerbang Balai Kota.

Pengurus DOJB Prima Anandapriya mengatakan ada dua tuntutan yang dilayangkan kepada pemerintah Kota Bandung. Pertama menyoal aktivasi ojol di aplikasi Go-Ride dan Grab-Bike dan kedua perihal pembebasan rapid test COVID-19 bagi driver ojol.

"Segera aktivasi ojol di aplikasi se-Bandung. Sampai sekarang kita belum diizinkan. Kami menuntut pak wali kota menandatangani itu," kata Prima kepada wartawan.

Dia mengatakan pihak aplikator sudah mengirim surat hari ini kepada Pemkot Bandung. "Mudah-mudahan dengan ada layangan surat dari aplikator bisa ditandatangani sama pak Wali, Gojek dan Grab bisa mengaktifkan kalau itu selesai sudah terlaksana," tuturnya.

Massa juga menuntut pembebasan rapid test COVID-19 yang sebelumnya menjadi syarat diperbolehkannya ojol beroperasi. Menurutnya, hal tersebut harus diimbangi dengan rapid test pada penumpang.

"Kalau kami di tes COVID-19 kita bersinergi bertemu banyak masyarakat kalau sekarang di tes COVID-19 ada jaminan lima menit kemudian kita bebas kalau mau dua-duanya sama penumpang di tes juga," ujar Prima.

Soal pembebasan rapid test COVID-19, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan DPRD dan sudah disetujui tidak ada rapid test bagi driver ojol. "Memang dari minggu kemarin, poin kedua sudah diketuk palu akan dibebaskan. Kami yang melayangkan surat ke DPRD dan aspirasi kita disetujui," kata Prima.

Selama masa PSBB hingga saat ini memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), dia menyebut penghasilan para driver ojol sangat kecil. Bahkan, ada yang tidak berpenghasilan sama sekali. Jika tuntutan aksinya tidak terpenuhi, massa driver ojol akan terus menggelar aksi unjuk rasa.

(bbn/bbn)