Dishub Sumedang Kaji Trayek Baru Menuju Kawasan Waduk Jatigede

Muhamad Rizal - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 21:28 WIB
Waduk Jatigede Sebelum Mengering
Waduk Jatigede Sumedang (Foto: (Wisma Putra/detikTravel)
Sumedang -

Pemkab Sumedang berencana menambah trayek baru untuk angkutan umum dengan rute Sumedang Kota menuju Kawasan Waduk Jatigede. Rencana itu tengah dikaji.

Melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang saat ini tengah melakukan kajian terkait penambahan trayek baru tersebut.

Setelah sejumlah jalan di beberapa kecamatan terdampak pembangunan waduk Jatigede, sehingga saat ini belum ada lagi trayek baru menuju kawasan tersebut.

Kepala Bidang Angkutan, Dinas Perhubungan Kabupaten Sumedang, Risyana mengatakan, jika membuka trayek baru jurusan Waduk Jatigede sangat memungkinkan karena saat ini pembangunan jalan Lingkar Timur sudah rampung dan bisa digunakan.

"Setelah adanya pembangunan Jatigede, banyak trayek yang terdampak (sudah tidak ada), makanya sekarang lagi dikaji," kata Risyana melalui sambungan telepon, Minggu (12/7/2020).

Selain itu, Kata Risyana, untuk melakukan kajian ini, pihaknya harus berkoordinasi dengan bagian jaringan jalan. Pasalnya, untuk bidang angkutan ini pihaknya hanya memiliki kewenangan dalam kajian teknis kendaraan.

Setelah ada kajian jaringan jalan, baru pihaknya bisa melakukan kajian teknis kendaraan, mulai dari warna dan tarif. Setelah semuanya selesai dan kaji baru akan keluar Peraturan Bupati (Perbup).

"Untuk saat ini memang masih ada wilayah yang belum tersentuh angkot, tapi itu beberapa ruas jalan yang baru selesai dibangun, seperti Jalan Lingkar Utara (Jatigede)," katanya.

Menurut Risyana, bisa saja Jalan Lingkar Utara digunakan trayek baru, karena melihat masih banyak masyarakat yang membutuhkan transportasi umum menuju wilayah tersebut.

"Kita sekarang masih survei karena belum ada penyerahan aset ke kita. Nantinya apakah bakal ada trayek baru lagi atau hanya rutenya saja," ucap Risyana.

Kata Risyana, saat ini di Sumedang baru ada 26 trayek dengan jumlah angkot sebanyak 1.432, diantaranya angkutan lokal 94 unit, angkutan perkotaan 858 dan angkutan pedesaan 480 unit.

"Menurut saya, sebetulnya jumlah tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat (di Sumedang)," ucapnya.

(mud/mud)