Gereja di Bandung Kembali Beroperasi Mulai Agustus

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 16:05 WIB
Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kota Bandung kembali menggelar ibadah. Sejumlah protokol kesehatan pun diterapkan di gereja tersebut.
Gereja di Bandung (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Gereja-gereja di Kota Bandung belum sepenuhnya beroperasi secara normal di fase adaptasi kebiasaan baru (AKB). Gereja di Bandung diperkirakan bakal kembali beroperasi bulan Agustus mendatang.

"Saat ini yang mengikuti pertemuan online gereja-gereja di Bandung ada 140 (gereja). Sekitar 30 gereja mulai melakukan ibadah (dibuka umum), sisanya belum," ucap Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Pdt Bambang Widjaja saat ditemui di Gereja Fajar Harapan, Jalan Pajagalan, Kota Bandung, Minggu (12/7/2020).

Bambang mengatakan gereja-gereja yang mulai beroperasi ini merupakan gereja-gereja yang jemaahnya cukup sedikit. Sementara untuk gereja yang jemaahnya besar, belum dibuka. Menurut Bambang, berdasarkan musyarawah, gereja-gereja akan mulai beroperasi pada bulan Agustus mendatang.

"Perkiraan awal Agustus, ada yang akhir Juli ada yang awal Agustus, khususnya (yang jemaahnya) agak besar. Yang (jemaahnya) kecil sudah diizinkan mereka melakukannya," kata Bambang.

Bambang mengatakan belum dibukanya gereja-gereja secara umum meski saat ini memasuki era AKB, lantaran khawatir menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Sebab, selain menjaga kesehatan jemaah, gereja juga perlu menjaga lingkungan di sekitar gedung gereja.

"Kalau menurut peraturan pemkot sudah diizinkan, sebagian sudah mulai tapi sebagian khususnya jemaah cukup besar sedang menahan diri supaya tidak timbul sentra yang baru. Kami ingin memastikan jangan sampai, kan keamanannya tiga, keamanan pada jemaah, keamanan pada pelayat, dan keamanan lingkungan. Jangan sampai jadi sentra yang menyebarkan ke lingkungan. Itu jadi perhatian," tuturnya.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan secara aturan dan regulasi, gereja sudah bisa memberlakukan ibadah sebagai mana mestinya. Bahkan, Ema yang menjabat sebagai ketua harian Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kota Bandung sudah melihat langsung simulasi ibadah di gereja.

"Sesuai regulasi, tempat ibadah sudah diperbolehkan, termasuk tentunya gereja. Kalau kami dari pendekatan regulasi monggo gereja ini dari regulasi sudah bisa beroperasional. Tetapi untuk kematangan, tadi dari pengurus menyatakan akan diawali di bulan Agustus. Walaupun secara regulasi mau minggu depan juga silakan," kata Ema di tempat yang sama.

Ema juga mengapresiasi langkah gereja dalam menerapkan aturan beribadah. Menurut Ema, gereja menerapkan ibadah dengan waktu yang berbeda.

"Saya pikir sudah banyak memadai, jadi jaga jarak, pengaturan antar jemaah bahkan ada pengaturan ada jam 7 pagi, jam 9 ada jam 11. Jadi ada masa jeda satu jam itu untuk proses sterilisasi menjaga higienitas. Jadi biar nyaman ada ketenangan tempat ibadah sudah layak dan itu sudah yakin dari sisi transmisi pandemi sudah benar-benar terantisipasi," katanya.

(dir/mud)