Ini Alasan Pemkot Bandung Belum Perbolehkan Driver Ojol Bawa Penumpang

Wisma Putra - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 15:15 WIB
ojol
Ilustrasi ojol (Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Bandung -

Ojek online (ojol) belum dapat beroperasi di Kota Bandung, Jawa Barat. Pemkot Bandung masih menunggu surat pernyataan dari pihak aplikator apakah siap menjaga protokol kesehatan selama pandemi COVID-19.

"Sebetulnya ojol atau opang sudah bertemu dengan pak wali, sudah simulasi juga, Pemkot sudah mengizinkan selama ada pernyataan lagi dari mereka," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana di Balai Kota Bandung, Jumat (10/7/2020).

Yana mengungkapkan, pihaknya meminta agar para driver ojol menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal itu dilakukan, untuk mencegah penyebaran virus COVID-19.

"Tetap utamanya adalah ada sekat (antara driver dan penumpang), helm penumpang sendiri enggak boleh dari mereka (harus sendiri)," ungkapnya.

Salah satu alasan lain, mengapa ojol belum beroperasi, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung meminta jaminan kepada pihak aplikator ojol, agar para diver aman dari virus COVID-19. Salah satu caranya dilakukan rapid test.

"Rapid test, itu yang kita kaji, kalau siap tinggal mengajukan kepada kami, insya allah," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan mengatakan, ojol sudah bisa beroperasi tinggal menunggu pihak ojol memberikan surat pernyataan kepada Pemkot Bandung.

"Ojol sudah bisa beroperasi, yang penting dari pihak aplikator kembali menghadap membawa surat kesiapan untuk melakukan protokol kesehatan," kata Terdy di tempat yang sama.

Menurutnya, rapid test tidak dipersyaratkan lagi, asalkan pihak aplikator konsisten menerapkan prtokol kesehatan.

"Pake penyekat, helm harus dari penumpang, kemudian juga penyemprotan disinfektan untuk kendaraan itu sendiri," pungkasnya.

Tonton video 'Ini Permintaan Pemkot Bandung Sebelum Ojek Online Beroperasi':

(wip/mud)