Tak Ada Biaya BBM, Ambulans Pasien Corona di Garut Terancam Setop Operasi

Hakim Ghani - detikNews
Kamis, 09 Jul 2020 16:55 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi Corona (Edi Wahyono/detikcom).
Garut -

Gaji petugas ambulans COVID-19 belum dibayar Pemda Garut selama tiga bulan. Kini mereka tak bisa beroperasi karena tak ada biaya bahan bakar.

Agus Mulyana, salah seorang petugas ambulans Public Safety Center (PSC) 119 mengatakan, timnya kini tak punya biaya untuk bahan bakar ambulans pengangkut pasien Corona.

"Kalaupun beroperasi tak mungkin menggunakan air mentah. Harus BBM yang dibeli," kata Agus kepada wartawan di Pendopo, Kamis (9/7/2020).

Agus berharap pemerintah segera memberi kan gaji serta menambah biaya operasional tim. Sebab, tugas tim ambulans tak hanya menjemput pasien positif COVID-19, melainkan melakukan tracing dan tracking hingga penjemputan pasien dalam pengawasan (PDP).

Selama ini, kata Agus, terkadang timnya mengeluarkan uang operasional sendiri dari saku masing-masing untuk membeli bahan bakar.

"Kadang-kadang dari yang lain," katanya.

Diberitakan sebelumnya, gaji petugas ambulans pengangkut pasien COVID-19 belum dibayar tiga bulan lamanya. Hal tersebut dibenarkan Pemda.

Asda I Pemda Garut Nurdin Yana mengatakan, ada prosedur administrasi yang harus ditempuh untuk membayar gaji para petugas.

"Karena ada persoalan tata kelola administrasi, sehingga sudah tiga bulan tim medis dan awak ambulance 119 belum bisa dibayar," ujar Nurdin.

(mso/mso)