Jabar Hari Ini: Gadis Garut Diperkosa 7 Pemuda-Sarang PSK Dihancurkan

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 19:57 WIB
Poster
Ilustrasi pemerkosaan (ilustrator: Edi Wahyono)
Bandung -

Kasus positif COVID-19 di Jawa Barat kembali melonjak seiring dengan ditemukannya klaster baru di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa). Sementara itu, di Kota Bandung seorang pria yang mengaku polisi berpangkat 'Kombes' diamankan karena melakukan penipuan.

Di sisi Jawa Barat lainnya, Blok Jongor yang dikenal sebagai sarang pekerja seks dirobohkan setelah berdiri selama 24 tahun. Sementara di Garut, seorang gadis menjadi korban kebejatan tujuh pemuda. Apa saja yang terjadi di Jabar hari ini?

Berikut ulasannya :

'Kombes Polisi' Gadungan Ditangkap di Bandung

Seorang pria ditangkap polisi setelah mengaku-aku sebagai polisi berpangkat 'kombes'. Dengan modal seragam polisi berpangkat 'kombes', pria itu diduga melakukan penipuan.

"Iya benar (penangkapan polisi gadungan)," ucap Kasubbag Humas Polrestabes Bandung AKP Rahayu Mustikaningsih saat dimintai konfirmasi, Rabu (8/7/2020).

Pria bernama Nur Sunan Pamungkas itu ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan pada Sabtu (4/7). 'Kombes' Sunan diduga telah melakukan penipuan dengan modus mengaku sebagai polisi.

"Dia menjanjikan orang tua korban untuk pengurusan balik nama kendaraan," kata Rahayu.

Rahayu mengatakan, dalam mengurus balik nama kendaraan tersebut, 'Kombes' Sunan mematok harga Rp 2 juta. Namun uang itu justru digunakan untuk kepentingan pribadi. "Uang Rp 2 juta digunakan untuk kepentingan pribadi," tuturnya.

Dalam menjalankan aksinya, kata Rahayu, 'Kombes' Sunan menggunakan seragam lengkap dengan pangkat berupa tiga buah melati. Selain itu, banyak lencana yang terpampang di seragam cokelat yang kerap digunakan oleh 'Kombes' Sunan.

"Dia melakukan penipuan dengan modus mengaku petugas kepolisian," katanya.

Saat melakukan penangkapan, polisi menyita barang bukti berupa BPKB milik korban yang dijanjikan akan diurus serta seragam yang digunakan dalam melakukan aksinya. "Saat ini masih dalam pemeriksaan," ujar Rahayu.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5