Jejak Ridwan Kamil Tangani COVID-19 di Jawa Barat

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 08 Jul 2020 10:56 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Indikator Kewaspadaan Lewat Sistem Leveling

Sementara itu PSBB tingkat provinsi Jawa Barat mulai diberlakukan pada 6 Mei 2020. Selain penyekatan, tes masif pun mulai gencar dilakukan ke sarana dan prasarana transportasi publik karena berkaitan dengan arus mudik Idul Fitri 1441 H.

Catatan detikcom dari laman Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) kasus kematian semakin minim yakni hanya 11 kasus kematian saat PSBB provinsi diterapkan pada tahap pertama.

Bahkan dalam rentang sepekan, tercatat pada tanggal 7, 10 dan 11 Mei kasus kematian terkait COVID-19 di Jabar nihil. Sementara itu, angka kesembuhan terbanyak terjadi pada 9 Mei 2020, yakni 18 pasien yang sembuh.

Pada PSBB provinsi ini, Kang Emil membuat skala kerawanan virus Corona dengan sistem leveling atau pemberian tingkat. Sistem tingkat tersebut akan dibuat dengan rentang level 1 sampai dengan level 5. Semakin sedikit levelnya, maka kegiatan di daerah tersebut bisa berjalan lebih normal, termasuk dalam melaksanakan kegiatan keagamaan seperti salat Jumat atau kegiatan beribadah lainnya yang dilakukan secara berkelompok.

"Kalau level 5 yang terburuk, warnanya hitam. Artinya, di daerah tersebut tidak bisa mengendalikan COVID," kata Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (12/5/2020).

Dengan segala upaya yang dilakukan, akhirnya Jabar bisa turun ke peringkat empat dari peringkat dua dalam hal jumlah kasus positif terbanyak COVID-19. Jabar berada di bawah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Jabar pun melaksanakan rapid test dengan rasio 337 rapid test dari 100 ribu penduduk, dan pemeriksaan PCR dengan rasio 136 orang dari 100 ribu penduduk.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5