Hari Ini, Peserta-Panitia UTBK UPI Akan Rapid Test Gratis

Siti Fatimah - detikNews
Selasa, 07 Jul 2020 12:21 WIB
Ratusan peserta dan panitia UTBK-SBMPTN UPI akan menjalani rapid test
Ratusan peserta dan panitia UTBK-SBMPTN UPI akan menjalani rapid test (Foto: Siti Fatimah)
Bandung -

Sebanyak 164 peserta dan panitia Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di kampus Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) akan menjalani rapid test gratis hari ini. Langkah ini dilakukan sebagai upaya sampling tracing COVID-19 di lingkungan UTBK Jabar.

Direktur Direktorat Akademik Asep Supriatna mengatakan, pihak kampus sudah melakukan protokol COVID-19 dengan ketat. Adapun peserta UTBK yang akan diambil sampling merupakan peserta yang sudah selesai ujian.

"Mohon jadi catatan, ini peserta yang diambil sampling rapid test bukan merupakan peserta yang akan di tes tapi yang sudah melakukan ujian," kata Asep dalam konferensi pers di Jalan Setiabudi Kota Bandung, Selasa (7/7/2020).

Lebih lanjut, rincian peserta UTBK yang akan di sampling rapid test yaitu 119 orang peserta dan 45 orang panitia. "Di UPI bertambah jadi 164 orang, peserta sebanyak 119 orang dan panitia sebanyak 45 orang teh," kata Yana.

Rapid test yang dilakukan oleh Gugus Tugas COVID-19 Jawa Barat (Jabar) ini, akan dimulai setelah peserta selesai melaksanakan ujian sesi kesatu yaitu pukul 11.30 WIB. Peserta berasal dari berbagai lokasi tes, di UPI sendiri tersapat enam lokasi tes.

"Di kampus UPI Jalan Setiabudi, Polteknik Negeri Bandung (Polban), Polteknik Negeri Pos Indonesia (Poltekpos), Kampus UPI Cibiru, Kampus UPI Sumedang, dan Kampus UPI Purwakarta. Yang rapid sekarang termasuk mewakili itu," katanya.

Seperti diketahui, Koordinator Sub Divisi Deteksi Dini dan Pelacakan Kontak pada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 (GTPP) Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan akan memeriksa 1 persen dari jumlah total peserta dan panitia UTBK-SBMPTN.

"Jumlah peserta dan panitia totalnya sekitar 90 ribu orang. Maka dengan ketentuan rapid test dilakukan terhadap 1 persennya, maka akan ada rapid test terhadap 900 orang yang terlibat," kata Dedi saat dihubungi wartawan, Senin (6/7/2020).

Pelaksanaan rapid test ini, ujar Dedi, akan dilaksanakan selama tiga hari. Mulai dari Selasa (7/7) hingga Jumat (10/7). Hal ini disebabkan di hari pertama, pihaknya fokus menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19, terutama masalah kapasitas ruangan dan penjagaan jarak.

(mud/mud)