Duit BLT Corona Dicuri, Pemkab Pandeglang Minta Kades Tanggung Jawab

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 06 Jul 2020 19:57 WIB
Ilustrasi THR
Ilustrasi uang (Foto: Muhammad Ridho)
Pandeglang -

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pandeglang Doni Hermawan mengatakan hilangnya uang bantuan Corona Desa Angsana Rp 110 juta jadi tanggung jawab kepala desa. Ia harus mengganti uang tersebut karena dinilai lalai sampai digondol maling.

"Saya sampaikan bahwa bagaimanapun ini kelalaian kepala desa, kepala desa harus bertanggung jawab dan alhamduillah tadi disaksikan camat juga kades harus tanggung jawab karena kelalaian, dia lalai menjaga uang yang sudah ditarik karena uangnya kan BLT dana desa," kata Doni kepada detikcom, Pandeglang, Banten, Senin (6/7/2020).

Pihak kepala desa Angsana berjanji akan mengembalikan uang selama seminggu. DPMPD menunggu komitmen kepala desa untuk bertanggung jawab.

"Yang pasti bagi kami yang penting itu bisa dipertanggungjawabkan karena kalau ini nggak dipertangungjawabkan ini akan menghambat dana desa selanjutnya nggak bisa nyairin," tambahnya.

Perjanjian agar uang BLT tersebut dikembalikan juga disaksikan oleh Inspektorat dan Camat Angsana. Peristiwa dicurinya uang tersebut juga sudah dilaporkan kepada Polres Pandeglang.

Jika uang Rp 110 juta sudah diganti kepala desa, maka uang akan digunakan untuk BLT warga terdampak Corona yang seharusnya sudah tahap kedua. Karena jika tak diganti, akan ada resiko pencairan dana desa ke wilayah itu.

"Kalau nggak dibayar nggak mungkin saya cairkan, risikonya seperti itu," ujarnya.

Uang BLT dana desa untuk warga terdampak Corona ini digondol maling pada Jumat (3/7) lalu sekira pukul 11.00 WIB. Uang itu dicuri saat kepala desa dan bendaharanya berada di lokasi bengkel tambal ban.

"Sudah nambal dia turun, bendaharanya katanya mau beli ikan, setelah itu sudah nambal selesai, katanya pas dia ke dalam mobil nanya uang ke mana ke bendaharanya, atu kaget uang nggak ada di situ (mobil)," kata Sekretaris Desa Angsana Babay Sumantri saat dihubungi detikcom.

(bri/mud)