Soal COVID-19, Ridwan Kamil Minta Pemkab Pangandaran Tetap Waspada

Faizal Amiruddin - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 17:22 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata (Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan Pangandaran memiliki potensi penyebaran virus Corona yang cukup rawan. Sehingga dia berharap Pemkab Pangandaran menjaga hal tersebut.

"Ibaratkan kayak ngeronda harus dijaga 24 jam. Karena Pangandaran ini daerah wisata, pasti ancaman terbesar adalah dari pendatang atau warga Pangandaran yang melakukan perjalanan ke daerah tertentu," ucap Ridwan Kamil disela acara touring bersama Kapolda, Pangdam dan Wakil Gubernur, Minggu (5/7/2020).

Selain itu Ridwan Kamil mengatakan pihaknya belum memperbolehkan kegiatan sekolah dibuka, kecuali bagi daerah yang sudah dinyatakan zona hijau.

"Kenapa di pesantren boleh, itu karena shaf dan kurikulumnya tidak sama. Jadi kalau ada yang mendahului tidak mempengaruhi sistem, tapi kalau sekolah umum yang dikelola oleh negara itu shaf dan kurikulumnya sama," kata Ridwan Kamil.

Dia mengatakan pertimbangan itu didasarkan kepentingan pemerintah untuk melindungi sekitar 8 juta anak sekolah mulai dari SD hingga SLTA.

Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan di akhir pekan ini terjadi lonjakan pengunjung yang berwisata ke Pangandaran. Sejak Sabtu sampai Minggu pagi tercatat ada sekitar 15 ribu pengunjung. "Sampai Minggu malam bisa mencapai 30 ribu orang," kata Jeje.

Dia mengaku was-was dengan kebijakan membuka wisata sehingga terjadi lonjakan pengunjung. "Maka yang ingin di evaluasi nanti yaitu soal ketaatan dalam melakukan protokol kesehatan. Saya lihat tadi di kawasan obyek wisata masih ada pedagang yang tidak menggunakan masker. Nanti secara berkala dan acak akan kami lakukan tes swab kepada pelaku usaha pariwisata," kata Jeje.

Jeje mengatakan sampai saat ini pihaknya sudah melakukan sekitar 4.000 tes swab secara massal. Dari tes yang dilakukan tersebut ditemukan 17 orang positif dan 10 orang dinyatakan sembuh, sementara yang tujuh orang masih dirawat.

"Sembilan orangnya merupakan pemudik, dan kemarin saya sempat dikagetkan dengan ditemukannya 6 orang dari tokoh agama yang positif semuanya OTG, dan sekarang sedang menjalani perawatan," ujarnya.

Tonton video 'Ingin Ambil Jenazah PDP Corona, Keluarga Cekcok dengan Polisi':

(mso/mso)