Goweser Karawang Keluhkan Jalur Sepeda yang Tidak Memadai

Luthfiana Awaluddin - detikNews
Minggu, 05 Jul 2020 15:38 WIB
Pesepeda di Karawang
Foto: Pesepeda di Karawang (Luthfiana Awaluddin/detikcom).
Karawang -

Pemerintah Kabupaten Karawang Jawa Barat diminta segera membuat jalur sepeda. Sebab, hingga saat ini belum ada jalur sepeda yang layak dilintasi di Karawang.

Dinas Perhubungan Karawang telah mendapat banyak permohonan dari berbagai pihak untuk segera membangun jalur sepeda. Di antaranya komunitas Bike to Work dan sejumlah komunitas sepeda lain.

"Di Karawang baru ada satu jalur sepeda. Tapi itu tidak layak karena terlalu sempit. Tidak standar," kata Kepala Dinas Perhubungan Karawang, Arif Bijaksana Maryugo kepada detikcom, Minggu (5/7/2020).

Pantauan detikcom, jalur sepeda yang dimaksud Arif terletak di Jalan Siliwangi. Kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Selain terlalu sempit, banyak marka yang telah pudar. Jalur itu juga terhalang tumpukan pasir dan material yang menggunduk. Alhasil pengguna sepeda harus ekstra hati-hati.

Di beberapa bagian, marka jalur sepeda bahkan berada di tengah jalan. Sebab, marka jalur sepeda tak ikut dipindahkan saat ada pelebaran jalan di ruas bagian kiri.

"Kondisi jalur sepeda di Karawang sangat tidak layak. Bahkan tidak pantas disebut jalur sepeda. Lebarnya bahkan tidak sampai satu meter. Setiap melintas di sini harus ekstra waspada," kata Dedy Satrya, seorang penggiat sepeda di Karawang, saat ditemui detik ketika melintas di Jalan Siliwangi, Minggu (5/7/2020).

Menurut Dedy, pemkab seharusnya mulai peka dan tidak membuat jalur sepeda asal-asalan. Sebab, kata dia pembuatan jalur sepeda diatur dalam Undang-Undang RI No.22 Tahun 2009 Terkait dengan Sepeda dan Pejalan Kaki.

"Ada pasal yang menyatakan, pemerintah harus memberikan kemudahan berlalu lintas bagi pesepeda. Pasa dua menyeburkan, Pesepeda berhak atas fasilitas pendukung keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran dalam berlalu lintas," kata Dedy.

Tonton video 'Perhatikan Hal Berikut untuk Bersepeda saat Pandemi Corona':

Selanjutnya
Halaman
1 2