Rhoma Irama Manggung di Bogor, Ridwan Kamil: Sudah Ditindaklanjut Polisi

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 14:45 WIB
Presiden Joko Widodo hari mengunjungi mal yang berada di Bekasi. Kedatangannya itu untuk meninjau kesiapan Bekasi menjalankan skema new normal.
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Rifkianto Nugroho/detikcom).
Bandung -

Konser musik Rhoma Irama di acara khitanan di Pamijahan, Kabupaten Bogor menuai polemik. Pasalnya, konser tersebut dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Selain itu Kabupaten Bogor masih melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Kasus di Bogor sudah ditindaklanjuti kepolisian untuk memetakan secara proporsional siapa yang bertanggungjawab terhadap tindakan yang punya potensi mengganggu kewaspadaan kita dalam mengendalikan COVID-19," kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).

Pria yang akrab disapa Kang Emil mengingatkan, saat terjadi pelanggaran tentunya itu akan berdampak pada kinerja dan sumberdaya yang dimiliki gugus tugas. "Ini contohnya, pada saat ada pelanggaran yang repot siapa? Kepala daerah harus mencari rapid tes, PCR, bayangkan kalau semua orang melakukan tindakan pelanggaran seperti itu, bubar acara harus di-rapid, Itu akan melelahkan dan menghabiskan resources," ujar Kang Emil.

"Sementara kami sedang fokus dan keterbatasan rapid dan PCR, kepada ODP, PDP, keluarganya tracingnya. Ini imbauan kepada warga Jabar jangan melakukan kegiatan yang berpotensi membawa kerumunan terlalu besar tanpa protokol kesehatan," tutur Kang Emil melanjutkan.

Sebagaimana diketahui, Surya Atmadja, selaku pihak yang mengundang, menyatakan siap bertanggung jawab jika ada warga yang positif virus Corona. "Tapi, dalam ini apabila ada saudara-saudara kita yang terjangkit, terinfeksi COVID-19, kami keluarga (Surya Atmadja) akan bertanggung jawab sampai orang tersebut sembuh total," kata anak asuh pertama Surya Atmadja, Hadi Pranoto, di rumah makan Pondok Lesehan Pondok Kuring, Dramaga, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7/2020).

Hadi mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan menggelar rapid test untuk memeriksa warga yang datang ke acara khitanan tersebut. Dia menyebut pihak keluarga Surya Atmadja siap membantu jika anggaran Pemkab Bogor tidak mencukupi.

"Jadwalnya sampai sekarang belum ada. Kami belum dikonfirmasi dari pihak Gugus Tugas maupun pihak Pemerintah Daerah Bogor. Dan untuk masalah biaya, kalau memang dari Gugus Tugas dan Pemerintah Daerah Bogor tidak bisa mengcover keseluruhan, saya dengan keluarga besar akan siap membantu untuk mencukupinya," ujar Hadi.

(yum/mso)