Kasus Corona Meningkat, Ridwan Kamil Minta Kepala Daerah Tak Lengah

Yudha Maulana - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 14:44 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Ridwan Kamil (Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Tren kasus positif di fase Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) terus merangkak naik. Merespon sinyal bahaya itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan agar para kepala daerah tak berleha-leha dalam upaya memutus mata rantai COVID-19.

"Ada peningkatan kasus yang harus diwaspadai, ini menjadi kesepakatan dengan bupati/walikota untuk meningkatkan kewaspadaan dan tingkat pengetesan lebih masif. Sampai 24 Juni jumlah yang hijau ada satu, yaitu Kota Sukabumi. Yang biru 10 kabupaten/kota, yang kuning 16 kabupaten," ujar Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/7/2020).

Delapan daerah di zona biru Jawa Barat, kembali masuk ke zona kuning pada periode ke VI (11-24 Juni 2020). Berdasarkan data dari Divisi Perencanaan, Riset, dan Epidemiologi GTPP COVID-19 Jabar delapan daerah diantaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Subang, Kota Cimahi, dan Kota Cirebon.

Sementara itu di Bandung Raya, hanya Kota Bandung yang naik dari zona kuning ke zona biru, disusul dengan Kabupaten Sukabumi.

Detikcom pun mencoba mengolah data rata-rata kasus terkonfirmasi positif dengan perbandingan seminggu sebelum dan sesudah Pembatasan Sosial Berskala Besar dicabut. Hasilnya, ada penambahan rata-rata 12 kasus. Sebelum PSBB rata-rata 35 kasus dan sesudah PSBB rata-rata 47 kasus.

"Ini menunjukkan walikota bupati tidak bisa berleha. Semua harus meningkatkan kewaspadaan. Karena kita menyakini covid ini akan panjang urusannya. Kita sudah tiga bulan seperti ini. Tingkat kewaspadaan jangan turun.

Dari kuning ke Biru adalah Kota Bandung," ujar pria yang akrab disapa Kang Emil itu.

Pakar epidemiolog Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unpad Bony Wiem Lestari mengatakan, angka reproduksi COVID-19 di Jawa Barat mulai kembali meningkat ke angka 1,1. Angka itu meningkat dari periode 19 Juni - 1 Juli yang masih di angka 0,84.

"Hal ini menujukan, angka reproduksi efektif di atas satu menandakan kita harus waspada, dan dari pemodelan yang kami kerjakan, masih akan terjadi potensi peningkatan kasus positif dalam satu bulan ke depan.

Tapi secara umum bisa dikatakan dari sisi epidemiologi, kasus covid di Jabar masih terkendali," ujar Bony.

"Sehingga dalam hal ini perlu kerjasama yang baik antara kepala daerah dan masyarakat disiplin melakukan protokol kesehatan dengan 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," pungkas Bony.

(yum/mud)