Ridwan Kamil Ajak Pelaku UMKM Hijrah ke Digitalisasi Usaha

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 14:26 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Ridwan Kamil Foto: Yudha Maulana)
Bandung -

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mendorong agar pelaku UMKM segera hijrah ke arah digitalisasi usaha. Selain mempercepat pemulihan usaha akibat ekonomi, merangkul teknologi juga akan memperluas daya jangkau produk ke konsumen.

Saat menyampaikan opening remarks dalam Webinar UMKM Tangguh Ekonomi Tumbuh di Era Adaptasi Kebiasaan Baru yang diinisiasi Bank Indonesia, pria yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan perkembangan zaman pun memang menuntut pelaku usaha untuk beradaptasi dengan keadaan.

"Inilah saatnya anda di UMKM, harus memaksakan diri menggunakan sistem digital . Sebelum COVID-19, pengguna sistem digital di Jabar hanya 17 persen. Itu sudah lebih tinggi dari rata-rata nasional 13 persen, mari kita semua segera hijrah ke arah yang disebut digitalisasi bisnis," ujar Kang Emil, Rabu (1/6/2020).

Dalam catatanya, ada sejumlah sektor usaha yang tak goyah saat pandemi menggoncang. Di antaranya sektor pertanian dan agrikultur. Menurutnya, bila bisnis tersebut dikombinasikan dengan teknologi, ini akan menjadi peluang UMKM di masa depan. Selain itu, ia juga menyorot sejumlah usaha yang memberi peluang pada era adaptasi kebiasaan baru (AKB).

"Ada perilaku pergeseran masyarakat saat COVID-19, pada saat disrupsi ada peluang pasar dan belanja online, bisnis pengantaran barang, home service delivery, bisnis makanan beku, kemudian juga sekolah dan kursus online. Hadir juga produksi fesyen baru, masker, faceshield, sekarang kebutuhan herbal juga meningkat, karena jamu adalah the new cappucino," ujar Kang Emil.

Kang Emil menyebut, di Jawa Barat terdapat 37 ribu UMKM yang terkena hantaman pandemi. Pemprov Jabar pun telah mengerahkan lima upaya pemulihan sektor UMKM. "Memudahkan hadirnya bahan baku, memudahkan urusan permodalan, melancarkan distribusi dan produksi, menstimulasi daya beli dan membantu menaikkan omzet penjualan," ujarnya.

"Pertumbuhan ekonomi di semua daerah itu menurun, dan Jawa Barat mencoba agar tidak turun minus di bawah 0. Kami berjuang agar ekonomi kita masih bisa tumbuh di atas nol, walau turun dari 5 persen. Nah dengan proses adaptasi kebiasaan baru yang kita buka bertahap, pada dasarnya per minggu ini semua jenis ekonomi sudah mulai bertahap dilakukan dan membuat situasi bisa kembali seperti sedia kala," ujarnya.

Ia pun memberi masukan agar UMKM melakukan diversifikasi produk dan pasar. Sehingga, bila terjadi kendala pada suatu produk, produk yang lainnya bisa menjadi penopang. "Setiap produk juga harus ada standar keamanan, karena sekarang orang lebih cerewet dari segi keamanan, COVID-19 juga mengajarkan kolaborasi untuk menjamin pasokan, kreatif memodifikasi produk dan menggunakan teknologi informasi," ujarnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jabar Herawanto mengatakan, sektor UMKM memegang peran paling dominan untuk menggerakan ekonomi di Indonesia. Oleh karena itu dalam webinar tersebut dihadirkan sejumlah narasumber kompeten untuk diantaranya Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Dirut PT BPD Jabar dan Banten, TBK Yuddy Renaldy dan CEO and Founder Creativepreneur Event Putri Tanjung. Webinar yang menjaring peserta secara nasional itu juga menghadirkan Direktur Inovasi dan Korporasi Unpad Diana Sari sebagai moderator.

"Bahwa upaya tersebut tidak terlepas dari kemanfaatan dan perkembangan teknologi digital yang menjadi penentu penting perekonomian bangsa, diwarnai digitalisasi dari aspek prospek bisnis," kata Herawanto.

(yum/mud)