Lansia Positif Corona di Cimahi Meninggal, Walkot Ajay: Idap TBC Juga

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 01 Jul 2020 14:06 WIB
Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna
Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna (Foto: Whisnu Pradana/detikcom).
Cimahi -

Seorang warga Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, yang terkonfirmasi positif Corona Virus Disease atau COVID-19 meninggal dunia.

Pasien positif yang meninggal dunia tersebut merupakan seorang wanita berusia 75 tahun. Selain positif Corona, yang bersangkutan juga mempunyai riwayat penyakit TBC saat dirawat di RS Dustira.

"Betul ada tambahan seorang pasien positif yang meninggal dunia. Tapi pasien itu memang sudah sepuh, usianya 75 tahun dan mengidap TBC juga. Saat rapid test pertama non reaktif, tes ke dua memang reaktif dan dilanjut swab test positif. Jadi itu kondisinya," kata Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna Rabu (1/7/2020).

Pasien positif tersebut sudah dimakamkan dengan protokol COVID-19. Saat ini dirinya langsung memerintahkan Dinas Kesehatan untuk melakukan tracing terhadap keluarga dan kontak erat pasien.

"Sedang kita lakukan tracing untuk deteksi potensi penularan ke kontak erat. Dinkes langsung mendatangi rumah dan keluarga yang bersangkutan," bebernya.

Saat ini, daftar pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia bertambah menjadi empat orang, setelah bertahan di angka tiga orang meninggal dunia sejak bulan Maret lalu.

"Terakhir itu ada yang meninggal kan bulan Maret lalu, bertahan di angka tiga orang ternyata sekarang tambah satu jadi empat. Tapi memang kondisinya karena sudah sepuh dan ada penyakit bawaan. Mudah-mudahan enggak bertambah lagi," jelasnya.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Cimahi, kasus positif COVID-19 mengalami penambahan. Ada sebanyak 103 kasus, rinciannya 37 orang positif aktif, 62 orang dinyatakan sembuh, dan 4 orang meninggal dunia.

"Kasus bertambah padahal beberapa hari kemarin landai, malah yang sembuh bertambah. Pada dasarnya usaha kita ada hasilnya dengan rapid dan swab test masif untuk deteksi kasus COVID-19. Jika ada kasus positif langsung kita evakuasi untuk fokus penanganan di rumah sakit," ujarnya.

(mso/mso)