Gugus Tugas Jabar Akan Gelar Rapid Test Massal di Stasiun KRL Bogor

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 18:30 WIB
Suasana KRL di Stasiun Bogor, Sabtu (30/5/2020).
Foto: Suasana KRL di Stasiun Bogor, Sabtu (30/5/2020). (Sachril-detikcom)
Bandung -

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTPP Jabar) akan menggempur stasiun KRL di Bogor dengan pelaksanaan rapid test, Jumat (25/6/2020) mendatang. Operasi gabungan ini merupakan salah satu upaya gugus tugas untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, khususnya pergerakan orang dari DKI Jakarta yang masih merupakan episentrum wabah.

Koordinator Sub Divisi Pengawasan Massa dan Penegakan Aturan GTPP Jabar Dedi Taufik mengatakan, pemeriksaan akan dilakukan di dua lokasi yakni Stasiun Kota Bogor dan Stasiun Bojong Gede. Ia menilai pergerakan warga dari Jabar ke Jakarta lewat moda ini cukup tinggi, yakni sekitar 250 ribu orang per hari.

"Kami akan mencoba merespons dari gugus tugas, saya pikir ini efektif untuk melakukan deteksi awal, agar siapapun yang masuk ke Jabar dalam kondisi sehat, karena Jabar sudah dalam kondisi yang lebih baik," ujar Dedi di Gedung Sate Kota Bandung, Rabu (24/6/2020).

Koordinator Sub Divisi Sterilisasi Fasilitas Publik GTPP Jabar Hery Antasari mengatakan, pemeriksaan akan dilaksanakan pada peak hour kedatangan KRL di Jabar melalui moda transportasi. Menurutnya, KRL diprioritaskan pemeriksaannya karena merupakan pintu masuk yang paling lebar dari Jakarta ke Jabar.

"Perlu disampaikan bahwa ini salah satu dari apa yang akan kita lakukan di pintu masuk moda angkutan, selain kereta api kita akan bergeser ke moda angkutan yang lain, terminal, pool bus, bandara dan sebagainya," ujar Hery.

Pengambilan sample, kata Hery, akan menggunakan metode random sampling. Berbeda dengan pemeriksaan sebelumnya yang menggunakan metode PCR atau swab test, pemeriksaan kali ini akan menggunakan rapid test agar menghindari terjadinya kerumunan. Pemeriksaan pun akan dilaksanakan dengan menggunakan 1200-an alat rapid test.

"Kita lakukan tes di peak hour, kita lakukan jam 17.00 - 20.00 malam, agar kita bisa semaksimal," ujarnya.

"Kita harapkan besok bukan yang terakhir, kita juga sudah menghitung di komuter line di Bandung Raya," katanya menambahkan.

Sementara itu Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Siska Gefrianti mengatakan, saat ini ketersediaan stok rapid test di Jabar sekitar 29 ribu pcs, swab tes 13 ribu pcs, reagen PCR sebanyak 60 ribu rcs, reagen RNA 72 ribu, APD 87 ribu, masker KN95 9000-an. "Penunjang yang lainnya masih cukup," ujarnya.

(yum/mso)