Jelang Pilbup, Bawaslu Pangandaran Ikut Awasi Penerapan Protokol Kesehatan

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 14:08 WIB
Petugas Bawaslu kecamatan mengikuti bimbingan teknis untuk mengawasi tahapan verifikasi faktual berkas dukungan calon perseorangan
Petugas Bawaslu kecamatan mengikuti bimbingan teknis untuk mengawasi tahapan verifikasi faktual berkas dukungan calon perseorangan (Foto: Faizal Amiruddin/detikcom).
Pangandaran -

Pilkada di tengah pandemi Corona membawa tugas tambahan bagi Bawaslu. Selain mengawasi pelaksanaan Pilkada, Bawaslu juga harus mengawasi penerapan protokol kesehatan pada setiap tahapan.

"Dalam situasi pandemi Corona kami juga ikut mengawasi penerapan protokol pencegahan penyebaran COVID-19. Kami diberi kewenangan untuk mengawasi," kata Ketua Bawaslu Pangandaran Iwan Yudiawan, Rabu (24/6/2020).

Kewenangan itu hanya bersifat memberi saran dan perbaikan. "Kewenangan terkait pengawasan protokol kesehatan itu terbatas. Hanya sekedar memberi saran dan perbaikan," kata Iwan.

Namun demikian jika terjadi pelanggaran kemudian saran dan perbaikan yang disampaikan Bawaslu diabaikan oleh pihak KPU atau tim sukses, maka Bawaslu bisa memberi sanksi administrasi. "Ya kalau abai kami tindaklanjuti secara administratif," kata Iwan.

Dia juga mengatakan seluruh jajaran Bawaslu dalam waktu dekat akan menjalani tes swab. Langkah ini guna memastikan seluruh anggota Bawaslu bebas dari virus Corona.

Terkait agenda kerja Bawaslu, saat ini kata Iwan pihaknya tengah bersiap mengawasi pelaksanaan verifikasi faktual surat dukungan pasangan calon perseorangan. "Kami sudah melakukan bimbingan teknis kepada pengawas kecamatan agar cermat mengawasi tahapan verifikasi faktual calon perseorangan," kata Iwan.

Salah satu poin penting adalah terjadinya pelanggaran mengarah unsur pidana. Misalnya potensi pemalsuan tanda tangan pada surat dukungan. "Kalau seseorang menyatakan dirinya tak tahu menahu, tiba-tiba dinyatakan mendukung pasangan calon, itu belum termasuk pidana. Kecuali kalau ada unsur pemalsuan tandatangan atau dokumen," ujar Iwan.

Tonton juga video 'Bawaslu Buka-bukaan Kerawanan Pilkada 2020':

(mso/mso)