Polres Majalengka Ringkus Komplotan Pembalakan Liar Lintas Provinsi

Sudirman Wawad - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 13:14 WIB
Barang bukti hasil pembalakan liar.
Polisi perlihatkan barang bukti hasik pembalakan liar (Foto: Istimewa).
Majalengka -

Sat Reskrim Polres Majalengka berhasil meringkus komplotan illegal logging atau pembalakan liar. Komplotan berjumlah delapan orang itu kini mendekam di tahanan Polres Majalengka.

Kapolres Majalengka AKBP Bismo Teguh Prakoso mengatakan komplotan pembalakan liar itu berasal dari tiga daerah yakni Kuningan, Bandung, Jawa Barat, serta Tuban, Jawa Timur.

"Delapan tersangka ini perannya berbeda beda, ada yang bertugas sebagai penebang, pembeli dan mengangkut. Dari Kuningan, Bandung dan Tuban," kata Bismo dalam keterangan yang diterima detikcom, Selasa (23/6/2020).

Lebih lanjut, Bismo menerangkan tersangka yang bertugas menebang adalah JN, DS, AS dan DR. Sedangkan yang membeli kayu ilegal dari empat tersangka itu yakni HN, NR dan TR. Satu tersangka berinisial DA bertugas hanya mengangkut kayu ilegal jenis sonokeling.

"Tersangka ini kita amankan saat hendak menjual kayu hasil penebangan liar ke Mojokerto pada Sabtu (6/6) lalu. Saat melintas di wilayah Jatiwangi, Majalengka petugas berhasil menghentikan para tersangka. Dari hasil pemeriksaan saat itu, tersangka tak mengantongi izin," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, dikatakan Bismo, kayu sonokeling yang hendak dijual itu didapatkan dari lahan Gunung Cidora, Kabupaten Kuningan. Tepatnya di KRPH Lebakwangi BKPH Garawangi KPH Kuningan, milik Perhutani.

"Totalnya ada 93 batang kayu sonokeling yang siap jual. Kita juga amankan dua unit mobil dan alat pemotong kayu," katanya.

Lebih lanjut, Bismo mengatakan sebelum menjual kayu ilegal tersebut, tersangka menyimpannya terlebih dahulu di salah satu gudang yang berada di Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka.

"Tersangka kita jerat dengan pasal 83 juncto pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. Ancaman hukumannya lima tahun penjara serta denda Rp 2,5 miliar," ujar Bismo.

Tonton juga video 'Polisi Tangkap Komplotan Pelaku Pembalakan Liar di Banyuwangi':

(mso/mso)