Berkah di Balik Wabah, Pasar Digital Jadi Ceruk Baru Pengusaha Ritel

Yudha Maulana - detikNews
Sabtu, 20 Jun 2020 20:26 WIB
Pengusaha Ritel di Bandung
Pegawai toko menemani konsumen yang tengah memilih bahan untuk undangan. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Undangan New Normal

Selain mengelola Toko Plastik OPP Berlian 90, Alvin juga mempunyai bisnis lain berupa kartu undangan. Saat pemerintah melarang digelarnya acara yang melibatkan banyak orang, tentu saja bisnis undangannya pun terkena imbas.

"Karyawan di sini, saya pindahkan dulu sementara ke toko plastik. Makanya pada saat itu kita juga berbenah, saya juga menyiapkan strategi untuk penjualan online ini," kata Alvin.

Ia akhirnya membuat konsep penjualan kartu undangan dengan jumlah yang sedikit. Awalnya, Alvin menjual minimal 100 undangan, sekarang pesanan 20,30 hingga 50 undangan pun ia layani.

"Naiknya enggak di mesin offset, kita siapkan mesin pencetak undangan yang sedikit," ujarnya.

Toko Plastik di BandungPegawai melayani konsumen yang beli langsung ke toko. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)

Menurutnya, sudah menjadi risiko bagi pengusaha undangan untuk memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk merubah jadwal acara, tanpa harus memberikan biaya tambahan lagi.

"Ya, misalnya pelanggan sudah booking dan pesan, tapi tiba-tiba dirubah tanggalnya karena pandemi, ya kita harus beri keleluasaan mau kapan pun ya harganya tetap segitu. Enggak peduli harga bahannya naik atau enggak. Itu sudah risiko," tutur Alvin.


(yum/bbn)