Bima Arya Ungkap Aneka Penyebab Penyebaran Corona di Kota Bogor

M. Sholihin - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 20:02 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto (Foto: Screenshoot 20detik)
Bogor -

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengungkap aneka penyebab terjadinya lonjakan kasus positif Corona di Kota Bogor yang terjadi beberapa hari belakangan. Menurut Bima, belum maksimalnya penerapan protokol kesehatan dan pengolahan limbah medis di rumah sakit menjadi salah satu faktor penyebab penyebaran virus Corona.

"Kita coba dalami mengapa ada lonjakan kasus positif Corona. Jadi dari lonjakan itu 53,4 persen atau 28 kasus setelah kita dalami itu sumber penularannya adalah fasilitas kesehatan. Seperti rumah sakit, laboratorium dan apotek," ujar Bima.

Hasil penelusuran Dinkes Kota Bogor dan Provinsi Jawa Barat, kata Bima, terungkap bahwa masih ada rumah sakit yang belum maksimal menerapkan protokol kesehatan.

"Setelah kita telusuri, tim Dinkes bersama-sama dengan tim provinsi, menemukan banyak fakta tidak ditaatinya protokol kesehatan. Misalnya, jalur pasien yang belum dipisah, pengolahan limbah medis, pemisahan toilet dan sebagainya," tuturnya.

"Jadi masih banyak temuan kita yang mengindikasikan protokol kesehatan yang tidak maksimal diterapkan. Jadi nomor 1 faskes sebanyak 28 kasus atau 53,8 persen," Bima menambahkan.

Sumber penularan kedua, lanjut Bima, berasal dari luar Kota Bogor yakni sebanyak 10 kasus atau 19,23 persen. Sementara sumber penularan ketiga adalah kantor pemerintahan yaitu sebanyak 7 kasus atau 13 persen. Sumber penularan keempat ialah pertokoan dan pusat perbelanjaan.

Langkah selanjutnya, menurut Bima, Pemkot Bogor akan memperketat protokol kesehatan di tempat-tempat yang menjadi sumber penyebaran COVID-19. "Kalau berdasarkan data, transmisi lokal dapat dikendalikan. Persoalan lebih terjadi pada penerapan protokol kesehatan di faskes dan kantor pemerintahan. Jadi dua itu kita akan perbaiki," kata Bima.

"Protokol kesehatan di rumah sakit berbeda dengan mengawasi protokol kesehatan di mal. Kalau di mal kan cukup oleh Pol PP misalnya, tetapi kalau di fasilitas kesehatan harus oleh dokter yang paham. Oleh karena itu, ini saya kira menjadi pelajaran serius. Ke depan, Dinkes dan puskesmas akan lebih rutin lagi mengecek di lapangan, paling tidak setiap minggu ceknya. Kemudian kita akan minta buat laporan setiap hari," tutur Bima.

Sekadar diketahui, lonjakan kasus positif Corona di Kota Bogor mengalami lonjakan sejak 9 Juni 2020. Hingga hari ini, kasus positif Corona di Kota Bogor sebanyak 163 kasus. Rinciannya, sebanyak 84 pasien dinyatakan sembuh, 17 pasien meninggal dan 62 pasien masih dalam perawatan dan pengawasan.

Tonton video 'Update Corona RI: 43.803 Positif, 17.349 Sembuh, 2.373 Meninggal':

(bbn/bbn)