93 Relawan Pelacak COVID-19 Akan Diterjunkan ke Wilayah PSBM di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 18 Jun 2020 21:25 WIB
Poster
Ilustrasi Corona (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

96 relawan pelacak kontak COVID-19 akan diterjunkan Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jawa Barat (GTP2 Jabar) ke 13 titik Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) di Jawa Barat. 96 relawan ini akan mulai mendampingi gugus tugas di kabupaten/kota pekan depan.

"Kita akan menerjunkan mulai minggu depan kurang lebih 96 relawan yang dikerjasamakan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Koordinator Sub Divisi Deteksi Dini dan Pelacakan Kontak GTPP Jabar Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, PSBM ini penting untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB) di mana masyarakat bisa kembali beraktivitas kembali di titik yang sebelumnya dilarang. "Bila terdapat satu pasien yang positif, cakupannya tidak langsung isolasi satu Rt tidak. Tapi kita lacak cakupan pembatasannya, apakah 10 rumah, atau 100 rumah," katanya.

Dedi berharap, diterjunkannya puluhan relawan ini bisa melacak kontak pasien COVID-19 secara lebih cepat, sehingga mata rantai virus Corona ini tak menjalar luas. "Mereka ini sudah melalui proses training atau pelatihan terkait dengan tracing kontak yang dilakukan secara online melalui Johns Hopkins University," ucapnya.

Dedi mengaku, kehadiran 96 relawan didasari oleh keterbatasan sumber daya di kabupaten/kota, baik itu terkait sumber daya manusia (SDM) maupun anggaran dan keahlian dalam melakukan pelacakan kontak. Sejauh ini, pelacakan kontak COVID-19 di daerah cenderung mengandalkan sumber daya di Puskesmas.

"Sementara di Puskemas sendiri selain harus melakukan pelacakan kontak juga harus melayani pengobatan masyarakat sehari-hari," imbuhnya.

Oleh karenanya, Pemprov Jabar merasa perlu menyokong kabupaten kota dengan menghadirkan 96 relawan. Pihaknya juga akan mendorong agar langkah PSBM diterapkan di 27 kabupaten kota.

"Sehingga bisa lebih yakin bahwa orang-orang yang positif dan suspect maupun ODP, OTG dan PDP tidak ikut beraktivitas ke Pasar ke perkantoran ataupun aktivitas kegiatan sosial lainnya," ujarnya.

(yum/mud)