Ini Dugaan Pemicu Babi Hutan Serang Rumah Warga Pangandaran

Faizal Amiruddin - detikNews
Rabu, 17 Jun 2020 21:44 WIB
babi hutan rusak rumah warga di pangandaran
Babi hutan rusak rumah warga di Pangandaran (Foto: istimewa)
Pangandaran -

Peristiwa seekor babi hutan yang mengobrak-abrik rumah warga Dusun Citarunggang, Desa Pangkalan, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, jarang terjadi. Tak biasanya prilaku satwa bertaring tersebut seberingas itu.

"Saya juga kerap berburu babi hutan, kalau sampai menyerang rumah seperti itu memang jarang terjadi. Makanya sejak awal saya menduga ada pemicu lain," kata Kepala Desa Pangkalan, Ukar Heryadi, Rabu (17/6/2020).

Setelah diselidiki ternyata sebelum kejadian itu ada warga yang sedang berburu burung dan tupai, di hutan dekat kampung tersebut. Rupanya letusan senapan angin dan aktivitas pemburu itu membuat babi hutan ketakutan. "Mereka tak sadar, di bawah mereka ada sarang babi hutan. Jadi si babi hutan kagareuwah (terusik)," kata Ukar.

Babi hutan yang merasa terancam itu berlari lurus dan menerjang semua yang ada di hadapannya. Kemudian saat masuk ke perkampungan, kondisinya semakin beringas karena tambah merasa terancam. Suasana perkampungan jelas berbeda dengan habitatnya.

"Nah diduga saat melihat bayangannya sendiri di kaca rumah korban. Dia merasa menemukan kawanannya sehingga melompat menerjang dan membabi buta. Babi hutan kan bergeraknya begitu, lurus terus," kata Ukar.

Sebagai perkampungan yang berada di wilayah perbukitan, Ukar mengatakan warganya bisa dibilang sudah biasa bertemu babi hutan saat di kebun atau ladang. Warga dan satwa liar seperti babi hutan, monyet bahkan macan tutul sekalipun sudah biasa hidup berdampingan di habitatnya masing-masing.

"Intinya warga tak usah takut. Kami sudah pastikan babi hutan itu sudah tak ada di sekitar kampung. Kami sudah sisir perkebunan yang berada di sekitar perkampungan warga. Silahkan sekarang mah warga beraktivitas seperti biasa," kata Ukar.

Diakuinya sejak kejadian pada hari Minggu sampai Rabu ini, banyak warga yang masih ketakutan untuk pergi ke ladang.

(mud/mud)