Ridwan Kamil Terbitkan Pergub Persiapan New Normal

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 03 Jun 2020 08:42 WIB
Poster
Ilustrasi new normal (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menerbitkan peraturan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional sebagai persiapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di seluruh kabupaten/kota di Jabar.

Peraturan tersebut dituangkan dalam Pergub Nomor 46 Tahun 2020, yang mengatur pedoman PSBB secara proporsional dengan mengacu kepada level kewaspadaan COVID-19 masing-masing kabupaten/kota.

Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja, Pergub yang ditandatangani Sabtu (30/5/20) mengatur pedoman AKB dalam koridor PSBB Jawa Barat dalam level kewaspadaan.

"Karena sebenarnya Jabar belum bermaksud melepaskan secara penuh PSBB," ujar Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/6/20) malam.

Dalam Pergub tersebut, mencakup pelaksanaan PSBB proporsional sesuai level kewaspadaan, pengendalian dan pengamanan, serta monitoring dan sanksi yang ketentuannya diberikan oleh masing-masing kepala daerah.

Terkait pemberian level kewaspadaan daerah, Setiawan menjelaskan ihwal hal itu didasarkan pada sembilan indikator yang dipakai Pemda Provinsi Jabar yakni laju ODP, PDP, pasien positif, kesembuhan, kematian, reproduksi virus, transmisi, pergerakan prang, dan risiko geografi.

Dari sembilan indikator itu, lanjut Setiawan, menghasilkan lima level kewaspadaan kabupaten/kota. Level 1 Rendah: tidak ditemukan kasus positif, Level 2 Moderat: kasus ditemukan secara sporadis atau impor, Level 3 Cukup Berat: ada klaster tunggal, Level 4 Berat: ditemukan beberapa klaster, dan Level 5 Kritis: penularan pada komunitas.

Selain PSBB, Pergub 46 juga mengatur protokol kesehatan dalam rangka AKB yang perlakuannya pun sesuai dengan level kabupaten/kota.

Level 1 yang paling baik misalnya, diperkenankan membuka tempat ibadah dengan syarat kapasitas maksimal 75 persen, pergerakan orang diizinkan antar provinsi, belajar di sekolah tapi hanya 50 persen siswa, tempat wisata dibuka pukul 06.00 - 16.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen, dan masih banyak aturan lain, aktivitas perbankan kapasitas 70 persen dengan pegawai 25 persen kerja di rumah dan 75 persen ke kantor.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2