Gugus Tugas Bandung: Pegawai Mal Wajib Gunakan Face Shield

Wisma Putra - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 17:03 WIB
Karyawan salah satu mal di Bandung menggunakan face shield sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan.
Pegawai salah satu mal di Bandung kenakan face shield demi mencegah penularan Corona (Foto: Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung melakukan pemantauan ke sejumlah mal untuk melihat kesiapan jelang penerapan new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Pemantauan dipimpin langsung oleh Ketua Harian COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disdagin) Elly Wasilah dan Kasatpol PP Kota Bandung Rasdian.

Dari 23 mal yang ada, Tim Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung melakukan pemantauan di tiga mal yang ada di Jalan Sukajadi, Jalan Purnawarman dan terakhir Jalan Merdeka. Sementara sisanya akan dilakukan besok hingga Jumat mendatang.

Proses pemantauan sengaja dilakukan untuk melihat kesiapan mal dalam menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan hingga hal lainnya.

Seperti di mal yang ada di Jalan Merdeka, pengunjung yang masuk diwajibkan cuci tangan, setelah itu akan dicek suhu tubuh. Baru para pengunjung diperbolehkan memasuki area mal.

Ema yang juga menjabat sebagai Sekda Kota Bandung menyatakan, pemantauan ini dilakukan untuk mengecek kesiapan 23 mal di Kota Bandung menjelang new normal. Dalam pemantauan itu, Ema mengimbau kepada para pengelola mal agar setiap karyawannya menggunakan face shield.

"Semua pegawai, apalagi yang sifatnya direct service itu bukan hanya pakai masker tapi semua seragam pakai face shield," kata Ema, saat ditemui di lokasi, Selasa (2/6/2020).

Selain itu, Ema juga mengingatkan agar setiap kasir yang ada di mal menggunakan tirai plastik, agar bisa mengurangi kontak langsung dengan para pengunjung. Sehingga bisa meminimalisir terjadinya penyebaran virus Corona.

"Di kasir-kasir, seperti di PVJ itu bagus pakai tirai yang dari plastik. Bahkan, pembayarannya tidak ada uang cash, tapi kalau pun cash tidak ada masalah yang penting saling menjaga higienitas," ungkapnya.

Ema menerangkan, pemantauan di 23 pusat perbelanjaan di Kota Bandung ini dilakukan oleh tiga tim dari Tim Gugus Tugas COVID-19.

"Tidak hanya di sini, ada juga di mal lain. Besok berlanjut sampai dengan Jumat. Kita ingin hadir semaksimal mungkin, sambil kita bagi-bagi dengan kegiatan lain," terangnya.

Ema menyebut, hasil pemantauan secara umum pihaknya cukup puas dengan persiapan para pengelola mal.

"Secara umum kami cukup puas dengan kesiapan dari masing-masing pengelola mal dan pusat perbelanjaan dengan berbagai variasi, inovasi dan kreativitas yang dilakukan karena tidak sama. Contoh seperti BIP dan PVJ itu beda, seperti di PVJ bisa menutup jalan depan dan masuk jalan samping dengan mengambil pola 30 persen, kalau ada kendaraan masuk 2.000 berarti yang masuk 700 kendaraan," jelasnya.

"Kalau lebih, ada yang keluar ganti lagi. Disini pun sama, saya tidak tahu kapasitas disini berapa, yang jelas disini lebih kecil. Tetap disini, tidak bisa dilakukan seperti PVJ gerbang utama ditutup, tapi karena tidak ada akses lain. Artinya, semua masuk dari depan," ujarnya.

(wip/mso)