Tempat Ibadah Boleh Buka, Begini Respons DKM Masjid Raya Bandung

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 01 Jun 2020 17:02 WIB
Sambut Ustaz Somad, Ratusan Orang Bersihkan Masjid Raya Bandung
Masjid Raya Bandung (Foto: dok.detikcom)
Bandung -

Pemkot Bandung mengizinkan tempat ibadah dibuka kembali meski dibatasi hanya 30 persen kapasitas. Meski diizinkan, Masjid Raya Bandung masih menunggu arahan Pemprov Jabar.

"Pada prinsipnya kami menunggu dulu sikap provinsi, karena (provinsi) memberlakukan perpanjangan (PSBB) sampai tanggal 12 (Juni 2020). Kalau menurut provinsi boleh, silakan saja ikuti Kota Bandung, karena masjid raya itu secara geografis ada di Kota Bandung, ya saya buka. Saya kirim ke Kabiro Yansos Provinsi, kalau jawaban mereka harus mengikuti protokol provinsi, ya saya nggak bisa apa-apa, karena masjid ini di wilayah kewenangan Yansos Provinsi Jabar," tutur Ketua DKM Masjid Raya Bandung Muchtar Gandaatmaja saat dihubungi, Senin (1/6/2020).

Muchtar mengatakan pihaknya tak bisa secara langsung membuka Masjid Raya Bandung. Sebab, pengunjung masjid berasal dari berbagai wilayah. Sehingga, penyebaran COVID-19 dikhawatirkan bisa terjadi.

"Misalnya, bahwa masjid raya itu zona biru. Tapi kan sifatnya Perwal ini umum dan tidak menyebutkan zona merah hijau dan lain-lain, pokoknya di Kota Bandung rumah ibadah boleh dibuka, nah itu agak berat juga. Karena di masjid raya itu banyak yang transit, banyak pedagang, pendatang gitu kan. Masjid raya nggak ada penduduk asli sekitar sini, umumnya mereka kan pegawai kantor atau pengusaha," ujar Muchtar.

Kendati demikian, ia menjelaskan, pihaknya sudah mempersiapkan segala bentuk teknis untuk mengatur sesuai protokol kesehatan seperti mengatur jarak. Termasuk membatasi jumlah jemaah yang bisa melaksanakan salat di masjid tersebut.

"Sudah (dibuat pembatas). Ini sudah dua hari kemarin dan sekarang juga lagi dipasang," kata Muchtar.

Aturan soal pembukaan tempat ibadah ini juga diatur dalam Perwal Nomor 32 Tahun 2020 tentang perubahan ketiga atas Perwal Nomor 21 tentang Pelaksanaan PSBB di Kota Bandung. Perwal itu ditanda tangani oleh Wali Kota Bandung Oded M Danial pada 30 Mei 2020.

Aturan pembukaan masjid dibahas khusus pada Pasal 12 Perwal itu. Dalam Pasal 12 ayat 1, tertulis persyaratan penggunaan tempat ibadah di Kota Bandung selama pelaksanaan PSBB proporsional.

"Selama pemberlakuan PSBB, pelaksanaan kegiatan peribadatan dapat dilakukan di rumah ibadah dan/atau di tempat tertentu dengan ketentuan memperhatikan protokol kesehatan dan membatasi kapasitas jemaah paling banyak 30 persen (tiga puluh persen) dari kapasitas rumah ibadah dan/atau tempat tertentu," bunyi pasal tersebut.

(dir/bbn)