Kata MUI Jabar soal Tabligh Akbar Saat Penerapan New Normal

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 15:30 WIB
Anies di Tabligh Akbar Monas
Ilustrasi tabligh akbar (Foto: Noval Dwinuari Anthony/ detikcom)
Bandung -

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat mendukung penggunaan kembali masjid untuk ibadah meski dibatasi saat new normal. Lalu bagaimana dengan kegiatan keagamaan pengajian dan tabligh akbar?

"Pertama kita harus melihat saat new normal ini dibolehkan (oleh pemerintah) atau belum? Kalau boleh tetap harus ikuti protokol," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar saat dihubungi, Kamis (28/5/2020).

Kendati demikian, Rafani mengatakan pelaksanaan tabligh akbar sulit terealisasi bila dilakukan dengan menggunakan protokol jaga jarak. Sehingga, pihaknya akan menunggu terlebih dahulu bagaimana aturan dari pemerintah.

"Cuma kan namanya tabligh akbar nggak mungkin pakai protokol penjarakan itu. Mungkin saya kira bertahap lah soal kajian-kajian itu. Terbatas dulu di masjid, baru setelah normal murni, kita adakan lagi semeriah mungkin," katanya.

Sejauh ini, memang belum ada aturan khusus terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan di masjid seperti tabligh akbar. Pemerintah Provinsi Jabar baru memperbolehkan pelaksanaan salat berjamaah di masjid itu pun dengan protokol kesehatan dan dibatasi.

"Kalau ibadah salat di masjid bagaimana? nah kalau misalkan di masjid kapasitasnya 100 karena shafnya berdempetan sekarang berjarak, maka dia harus 50. Maka orang ke 51 wayahna tetap salat di masjid tapi di rombongan salat berjamaah ronde kedua," ucap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (27/5/2020).

Simak video 'Rumah Ibadah Boleh Dibuka Kembali Saat New Normal, Tapi Ada Syaratnya':

(dir/mud)