Bakal Terapkan New Normal, Begini Peta Sebaran COVID-19 di Jabar

Yudha Maulana - detikNews
Rabu, 27 Mei 2020 17:59 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Era new normal di Jawa Barat akan dimulai pada 1 Juni 2020 mendatang. Fasilitas publik, seperti mal dan pusat perbelanjaan yang sebelumnya ditutup, secara bertahap akan dibuka kembali.

Kebijakan itu diambil setelah melihat hasil evaluasi dari Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi, yang diumumkan pada 20 Mei 2020. Dinyatakan lima daerah di Jabar berada pada zona biru, 19 masuk zona kuning dan tiga daerah masuk zona merah.

Lalu bagaimana peta sebaran COVID-19 di Jawa Barat hingga Rabu (27/5/2020) pukul 16.30 WIB ?

Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) merilis, total ada 2.130 warga Jabar yang terkonfirmasi terpapar virus Corona. 505 orang diantaranya telah sembuh dan 137 orang lainnya meninggal dunia.

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) berada di angka 1.907 orang. Angka tersebut turun 8,7 persen dari sehari sebelumnya yang berada di angka 2.242 PDP. Saat ini jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jabar pun berada di angka 6.016, menurun 2,2 persen dari 6.267.

Episentrum penyebaran COVID-19 di Jabar masih berkutat di wilayah Bodebek, seperti Kota Bekasi, Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Sedangkan di wilayah Bandung Raya, pasien positif COVID-19 paling banyak terdeteksi di Kota Bandung.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar (GTPP Jabar) Berli Hamdani mengatakan, terjadi penurunan tren positif dan pasien yang meninggal dalam rentang satu bulan terakhir.

"Pada April penambahan pasien sekitar 40-an orang per hari, pad Mei sekitar 20-24 orang per harinya. Terjadi penurunan yang signifikan hampir 50 persen," ujar Berli.

Begitu pun dengan pasien yang meninggal, pada April lalu rata-rata 7 pasien yang meninggal sehari. Namun, pada Mei tren tersebut menurun hanya sekitar 3 pasien yang meninggal per harinya.

"Ini juga berkurangnya lebih dari 50 persen, sembuh meningkat di bulan April, bisa dikatakan hanya 5 orang saja dalam satu minggu, tapi di Mei ini kita bisa melihat perubahan yang signifikan yaitu sembuh rata-rata sehari sampai 11 orang, ada penambahan lebih dari 50 persen," katanya.

(yum/mud)