Hore! Belasan Ribu Guru Honorer di Garut Segera Terima Bantuan Pemerintah

Hakim Ghani - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 14:44 WIB
Tugu Garut Kota Dodol menjadi pro dan kontra warganet.
Tugu Kabupaten Garut (Hakim Ghani/detikcom)
Garut -

Hari ini pemda Garut mulai mencairkan dana bantuan bagi guru honorer. Belasan ribu guru honorer Garut akan mendapat bantuan dengan total anggaran Rp 14 miliar.

Kepala Dinas Pendidikan Garut Totong menjelaskan bantuan akan diberikan kepada 17.370 orang. Besaran bantuan yang diterima guru honorer dan tenaga pendidik berbeda-beda. Disesuaikan dengan kebijakan.

"Guru honorer jumlahnya 15.486 penerima bantuan, kemudian tenaga pendidik 1.259 penerima. Mereka akan menerima bantuan selama dua bulan dari pemda Garut dengan besaran Rp 600 ribu hingga Rp 1 juta," kata Totong saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (20/5/2020).

Totong mengatakan bantuan tersebut mulai dicairkan hari ini. Pemda menambah bantuan bagi guru honorer yang semula Rp 8 miliar menjadi Rp 14 miliar. Totong mengklaim bantuan bagi guru honorer hanya dibagikan di Garut.

"Kami tentunya sangat berterima kasih karena pimpinan berkomitmen untuk membantu guru honorer. Bantuan bagi guru honorer ini hanya di Garut. Di daerah lain tidak ada," katanya.

Sementara itu, terkait teknis pembagiannya, kata Totong, bantuan langsung diberikan kepada penerima melalui rekening. Para penerima akan mendapat bantuan secara bertahap selama dua bulan.

"Kami memastikan tidak ada potongan apa pun karena dana langsung diterima oleh penerima," tutup Totong.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Garut Sony MS menyebut masih banyak guru honorer yang belum terdata sebagai penerima bantuan.

Sebab, kata Sony, penerima bantuan dari pemda Garut tersebut harus tercatat di dalam Daftar Pokok Pendidikan (Dapodik). Masih banyak guru honorer yang belum terdaftar di Dapodik.

"Kami tentunya mengapresiasi langkah pemda yang memberi bantuan kepada guru honorer. Hanya, mereka yang tidak terdaftar juga harus dipikirkan," kata Sony kepada wartawan Rabu (20/5).

Sony menjelaskan para guru honorer di Garut belum menerima honor selama pandemi COVID-19. Disdik Garut membebankan sekolah untuk membayar honor guru honorer dari dana BOS. Namun hingga kini dana BOS belum cair.

"Mereka tidak mendapat honor selama pandemi ini. Sekarang mereka yang tidak terdaftar di Dapodik juga tak menerima bantuan. Mereka harus dibantu," katanya.

Untuk menutupi kekurangan bantuan dari Pemda, Sony menyarankan agar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Garut turun tangan.

"Baznas harus turun tangan. Mereka layak dibantu. Bupati juga bisa mengarahkan CSR dari perbankan untuk menambah bantuan," tutup Sony.

(mso/mso)