BNN Bekuk 5 Pengedar Narkoba di Bandung Barat, Diduga Jaringan Lapas

Whisnu Pradana - detikNews
Rabu, 20 Mei 2020 12:31 WIB
Ilustrasi ganja
Ilustrasi (Foto: dok. Thinkstock)
Bandung Barat -

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengamankan lima orang pengedar narkoba dan obat-obatan terlarang. Para pelaku diduga dikendalikan oleh narapidana yang berada dalam lapas.

Lima pelaku yang diamankan masing-masing berinisial HK, MR, IW, AL, dan NN. Tiga orang di antaranya merupakan residivis untuk kasus yang sama, yakni HK, MR, dan IW.

Kepala BNN KBB Sam Noorati Martiana menyatakan pengungkapan kasus bermula dari terendusnya tersangka MR yang berperan sebagai kurir narkoba. MR alias AS diamankan di rumah kontrakannya di Desa Selacau, Kecamatan Batujajar, KBB.

"Awalnya dari kecurigaan dan adanya kabar seorang pelaku mengedarkan narkoba dan obat-obatan. Pelaku kami amankan, didapati 40 bungkus plastik klip bening berisi masing-masing empat bungkus obat Hexymer berisi 160 butir pil," kata Sam, Rabu (20/5/2020)

Setelah MR diamankan, pihaknya kemudian mengembangkan kasus tersebut. Tersangka MR mengaku mendapat obat-obatan itu dari HK, yang beralamat di Kelurahan Cikutra, Kecamatan Cibeunying, Kota Bandung.

"Kami tidak mendapatkan barang bukti dari HK. Namun didapat keterangan lain yang mengarah pada pelaku lainnya. Kemudian kami dan petugas gabungan dari BNN Kota Bandung melakukan pengembangan dan menangkap tiga pelaku lainnya," terangnya.

Setelah mengantongi identitas tersangka lainnya, BNN KBB bergerak untuk mengamankan tiga pelaku lainnya. Mereka ditangkap saat tengah menggunakan narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu.

Dari penangkapan itu, barang bukti yang didapatkan dari para pelaku adalah satu paket alat isap sabu yang masih ada sisa serbuk sabu. Selanjutnya mereka dibawa petugas untuk diproses hukum dan pengembangan kasus.

"Barang bukti lainnya seperti 6 bungkus paket ganja berat 33,52 gram, 1 bungkus paket kecil berat 0,89 gram, 4 bungkus paket besar sabu dengan campuran tawas dengan berat 60,53 gram, dan 8 butir Alprazolam," jelasnya.

Dari hasil pengembangan dan pengakuan para tersangka, narkoba yang mereka konsumsi dan edarkan berasal jaringan narapidana di lapas. Sebab, tiga pelaku yang diamankan merupakan residivis dari Lapas Tasikmalaya dengan kasus yang sama.

"Ada dugaan jaringan lapas. Proses selanjutnya, kami bekerja sama dengan BNN Kota Bandung karena TKP lanjutan ada di wilayah Kota Bandung," ujarnya.

(mso/mso)