Diberlakukan PSBB, Pemudik ke Cianjur Malah Naik Jadi 34 Ribu Orang

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 13 Mei 2020 15:41 WIB
Poster
Ilustrasi mudik (Foto: Edi Wahyono)
Cianjur -

Sepekan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi Jawa Barat, jumlah pemudik yang masuk Cianjur mencapai 34 ribu orang. PHK dan berhenti beroperasinya perusahaan tempat bekerja di perantauan, menjadi alasan mereka mudik.

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengakui jika masih banyak pemudik yang masuk Cianjur selama PSBB, namun peningkatannya tidak signifikan seperti sebelumnya.

Hanya ada penambahan 3.000 pemudik, dari yang semula 31 ribu dan data terbaru menunjukkan 34 ribu.

"Ada peningkatan tapi tidak signifikan. Namun tetap saja harus jadi perhatian bersama, sebab ternyata masih banyak yang lolos dan tetap mudik, mayoritas berasal dari zona merah," ujar Herman kepada detik.com, Rabu (13/5/2020).

Dia menyebutkan, 21 ribu pemudik tersebut tersebar kecamatan di selatan Cianjur, seperti kecamatan di selatan seperti Kecamatan Cikadu, Sindangbarang, Cidaun dan Naringgul. Bahkan untuk Kecamatan Cikadu tercatat ada 2.088 orang.

Sedangkan untuk wilayah Cianjur Utara pemudik kebanyakan pulang ke Kecamatan Bojongpicung, Mande, Cikalongkulon, Karangtengah, Sukalayu dan Cianjur.

"Untuk Cianjur utara yang paling banyak berada di Bojongpicung sebanyak 1.669 orang pemudik," ujar dia.

Di sisi lain, Kepala Diskominfo Cianjur, Tedy Artiawan, menjelaskan, rata-rata pemudik tersebut bekerja sebagai buruh yang di PHK dana karyawan yang terkena pemutusan hubungan dari tempatnya bekerja, sehingga mereka tidak memiliki penghasilan dan memilih pulang ke kampung halaman.

Berdasarkan hal tersebut, lanjut Tedy, jumlah pemudik akan terus meningkat di pekan terakhir menjelang hari raya.

"Angka ini akan masih berubah dan diperkirakan akan terus bertambah hingga lebaran nanti. Seiring terus bertambahnya pemudik yang pulang ke Cianjur, kami dari Satgas COVID-19 dengan melibatkan posko di tingkat desa untuk mengawasi pemudik yang wajib melakukan isolasi mandiri," katanya.

"Mereka yang mudik juga akan diperiksa secara ketat dan mewajibkan isolasi rumah selama 14 hari," ucapnya menambahkan.

Sementara itu, Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Ricky Adhipratama, mengatakan, pihaknya tidak bisa melakukan penindakan terhadap pemudik seperti pemberian sanksi tilang. Namun jika ada yang ketahuan mudik, polisi sekadar mengarahkan untuk kembali dengan tetap mengutamakan sisi humanis.

"Kalau ada pasti kami arahkan untuk kembali, tidak mudik dulu," pungkasnya.

(mud/mud)