4 Orang Jadi Tersangka Penolakan Jenazah Tokoh Agama di Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 20:04 WIB
Poster
Ilustrasi pemakaman jenazah Corona (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Polisi meringkus empat tersangka kasus penolakan jenazah seorang tokoh agama di Desa Bojongemas, Kecamatan Solokan Jeruk, Kabupaten Bandung. Jenazah itu diduga pasien positif virus Corona.

Sebelumnya, sebuah video penolakan mobil jenazah yang membawa jenazah tersebar di media sosial. Jenazah tersebut akan dimakamkan di Kampung Boncel, Desa Bojongemas. Namun, warga menutup jalan dan meneriaki perawat yang berada di dalam mobil jenazah pada 25 Maret 2020 lalu.

Ternyata, jenazah tersebut sempat ditolak dua kali. Selain di Kampung Boncel, jenazah pun ditolak di Kampung Randukurung. Namun, akhirnya jenazah tersebut dapat dimakamkan di makam keluarga.

Kapolresta Bandung, Kombes Hendra Kurniawan mengungkapkan hasil tim pencari fakta kasus penolakan jenazah yang memakan waktu selama hampir satu bulan lebih. Keempat tersangka adalah BN, DK, AC, dan IR

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan kami telah menetapkan 4 orang tersangka berinisial BN, DK, AC, dan IR " ungkap Hendra, Selasa di Soreang (12/5/2020).

Keempat tersangka memiliki peran yang berbeda, di antaranya ada yang memasang pagar untuk menutup jalan. Kemudian, berteriak kepada perawat hingga menghalau seorang perawat yang akan menjelaskan kepada warga.

"Bisa kita lihat kan ada di video, kita lihat perannya masing masing, ada yang memasang pagar, teriak teriak, ada juga yang menghalau, sempat dorong-dorong petugas medisnya juga," terang Hendra.

Meski demikian, keempat tersangka belum dilakukan proses penahanan. Penyidik menilai keempat tersangka selama penyelidikan dinilai kooperatif kepada penyidik.

"Namun demikian tidak kami proses penahanan, karena yang bersangkutan kooperatif. Kedua, situasinya sedang COVID, di mana kami kesulitan mengirimkan para tersangka. Ini menjadi kendala. Tapi karena mereka kooperatif akan kita tindak lanjuti," kata Hendra.

Menurut keterangan keempat tersangka, pada saat itu warga panik dengan adanya pasien meninggal yang diduga terinfeksi virus Corona. Mereka takut akan ada penularan apabila jenazah dimakamkan di wilayah mereka.

Namun, Hendra menambahkan, kepanikan tersebut diakibatkan karena kurangnya pengetahuan dan sosialisasi terkait virus Corona.

"Pada intinya mereka khawatir bahwa virus ini akan menular," terangnya.

Hendra menyayangkan terjadinya penolakan jenazah di Kabupaten Bandung. Ia berharap, agar tidak terjadi lagi penolakan jenazah.

"Karena ada ancaman pidananya. Ancaman pidananya maksimal tujuh tahun," pungkasnya.

Keempat tersangka akan dikenakan Pasal 212 dan Pasal 214 KUHP Pidana juntco Pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

(mud/mud)