Petakan Sebaran Corona di Bandung Barat, 1.131 ODP-OTG Jalani Swab Test

Whisnu Pradana - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 18:50 WIB
Seribuan warga Bandung Barat jalani swab test
Seribuan warga Bandung Barat jalani swab test (Foto: Whisnu Pradana)
Bandung Barat -

Sedikitnya 1.131 Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjalani swab test di empat lokasi.

Empat lokasi pelaksanaan swab test itu yakni di RSUD Cililin, RSUD Lembang, RSUD Cikalongwetan dan halaman Masjid As-Shidiq Komplek Perkantoran Pemkab Bandung Barat di Kecamatan Ngamprah.

"Untuk RSUD Lembang pelaksanaannya di Lapang Bentang mengingat keterbatasan tempat. Dipersiapkan untuk warga ODP dan OTG Kecamatan Lembang, Parongpong dan Cisarua," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan KBB, Nanang Ismantoro, Selasa (12/5/2020).

Nanang mengatakan swab test itu dilakukan setelah rapid test untuk memetakan persebaran Corona Virus Disease atau COVID-19 di Bandung Barat.

"Pelaksanaannya dilakukan selama 3 hari. Karena tidak mungkin dilaksanakan dalam tempo waktu sehari," bebernya.

Sementara pelaksanaan tes di RSUD Cikalongwetan, diperuntukkan untuk warga Kecamatan Cikalongwetan, Cipeundeuy dan Cipatat. Sedangkan di RSUD Cililin, diperuntukkan untuk warga Kecamatan Cililin, Cihampelas, Sindangkerta, Cipongkor, Rongga, dan Gununghalu.

Untuk pelaksanaan di Masjid As-Shidiq, lingkungan Pemkab Bandung Barat, diperuntukkan bagi warga sekitar Kecamatan Ngamprah, Padalarang, dan Batujajar.

"Target swab itu hasil tracking semua kasus ODP dan OTG di KBB. Terutama dari klaster GBI. Selain dari klaster Lembang, juga dari hasil tracking pasien positif lainnya," ucapnya.

Jika ditemukan warga yang dinyatakan positif dari swab test itu maka akan dirawat di tiga rumah sakit yang menjadi rumah sakit rujukan di Bandung Barat. Jika dinyatakan positif tanpa gejala, mereka harus mengisolasi diri baik secara mandiri atau disediakan di Aula Masjid As-Shidiq untuk isolasi.

"Di As-Shidiq sudah tersedia 27 tempat tidur dari target 50. Mereka akan didampingi tenaga pemantau dari setiap Puskesmas, ya tenaga medis Puskesmas dan analis kesehatan," pungkasnya

(mud/mud)