Wacana Pelonggaran PSBB, Walkot Tangerang Ingatkan Disiplin Mandiri

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Selasa, 12 Mei 2020 13:06 WIB
Poster
Ilustrasi PSBB. (ilustrator: Edi Wahyono)
Tangerang -

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) harusnya bisa jadi penerapan disiplin mandiri warga terhadap protokol pandemi COVID-19. Hal ini menyikapi jika dilakukannya pelonggaran PSBB oleh pemerintah pusat.

"Kota Tangerang belum bisa menjawab tentang bagaimana kelonggaran, tapi istilahnya (perlu) disiplin mandiri. PSBB dijadikan ajang disiplin mandiri," kata Arief dalam perbincangan dengan detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (12/5/2020).

Terlepas dari pemerintah ingin melonggarkan PSBB, Arief menegaskan ingin warga tetap memperhatikan protokol itu. Warga yang keluar temoat hunian agar menggunakan masker atau meski di rumah harus memperhatikan pola hidup sehat dan bersih. Sebab sejauh ini, menurutnya, belum ada vaksin yang pasti untuk virus Corona.

"Saya terlepas dari kebijakan pelonggaran, saya ingin masyarakat disiplin mandiri. artinya kalau dia perlu keluar jangan lupa pakai masker. Jadi kita ingin membangun budaya disiplin agar masyarakat melakukan protokol COVID," ujarnya.

Sejauh ini, Arief mengatakan, angka terpapar Corona di daerahnya masih fluktuatif kendati sudah menerapkan PSBB. Tapi, daerah yang penyebaran virusnya marak, perlu didukung oleh komitmen pemerintah pusat khususnya untuk penyediaan alat tes, khususnya PCR.

Di Kota Tangerang, tes bisa menghabiskan waktu 8 samai 14 hari karena tes PCR hanya dilakukan di Balitbangkes dan Lembaga Biologi Molekular Eijkman. Hal tersebut, menurutnya, jadi salah satu kendala untuk menekan angka persebaran virus selama PSBB.

"PSBB mampu menurunkan wabah, walaupun masih ada fluktuasi, kita tidak bisa akurat karena terkendala PCR," ujar Arief.

(bri/bbn)