Polisi Sebut Babi Disulap Jadi Daging 'Sapi' Beredar di 3 Kecamatan Bandung

Muhammad Iqbal - detikNews
Senin, 11 Mei 2020 22:11 WIB
Polresta Bandung menununjukkan barang bukti daging babi
Polresta Bandug meringkus empat palaku pengedar daging babi (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Polisi meringkus empat pelaku penjual daging babi disulap menjadi daging sapi. Daging babi tersebut diduga beredar di tiga kecamatan di Kabupaten Bandung.

Pada Sabtu (9/5/2020) polisi menangkap TY (54), MP (46), AS (39), dan AR (38). Keempat tersangka ditangkap di lokasi berbeda. TY, MP, dan AS ditangkap di rumah MP yang berlokasi di Kampung Lembang, RT 02 RW 13, Desa Kiangrongke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung.

Pengedaran daging tersebut diduga telah dilakukan oleh keempat pelaku sejak satu tahun lalu. Aksinya tidak dicurigai warga, hingga akhirnya terendus oleh pihak kepolisian.

Kapolresta Bandung, Kombes Hendra Kurniawan mengatakan, keempat pelaku telah mengedarkan daging ke beberapa lokasi di Kabupaten Bandung, terutama pasar tradisional.

"Diduga daging telah beredar kepada pembeli baik rumah tangga atau penjual bakso di tiga kecamatan, Kecamatan Baleendah, Kecamatan Majalaya dan Kecamatan Banjaran," ujar Hendra, Senin (11/5/2020).

Hendra menambahkan, YM dan MP merupakan bandar daging, mereka mendapat daging dari Solo. Sedangkan AS dan AR pengecer di beberapa lokasi.

"Sodara AR dan AS. Sodara AR dijual di daerah Majalaya. AS menjual di daerah Baleendah," tambah Hendra.

Selain itu, saat penangkapan di rumah MP, polisi berhasil mengamankan barang bukti daging babi sebanyak 500 kilo gram yang tersimpan di dalam pendingin daging. Serta 100 kilo gram di rumah AR yang beralamat di Kampung Pajagalan, RT 02 RW 04, Desa Majakerta, Kecamatan Majalaya.

"Kita mengamankan kurang lebih 500 kilogram, kemudian 100 kg kita sita dari para pengecernya," ungkapnya.

Para pelaku, dalam satu minggunya dapat mengedarkan sekitar 600 kilo gram. Dari hasil keterangan para tersangka, kata Hendra, daging yang telah diedarkan selama satu tahun mencapai 63 ton, atau sekitar 63.000 kilo gram.

"Selama mereka di sini, selama satu tahu, kurang lebih sudah 63 ton atau 63.000 kilo gram. Nah dalam satu minggu itu mereka mengirim 600 kilo per minggu," terang Hendra.

Mereka menjual harga daging babi tersebut dengan harga yang jauh murah dari harga daging biasanya. Harga daging sapi pada umumnya sekitar Rp. 115 ribu - Rp. 130 ribu per kilo gram.

"Dari saudara MP dan YM dijual Rp.60 ribu ke pengecer. Pengecer menjual Rp. 75 ribu - 90 ribu," kata Hendra.

Hendra pun mengingatkan, agar masyarakat tidak perlu panik karena barang bukti telah diamankan. Namun, warga diharapkan tetap waspada dengan daging yang dijual murah di pasaran.

"Saya berharap warga masyarakat tidak usah khawatir, daging sudah kita sita. Namun ke depannya agar lebih hati hati lagi, terutama harganya yang relatif murah dan pasaran," pungkasnya.

(mud/mud)