Tempat Usaha Nekat Buka Saat PSBB, Walkot Cirebon: Kita Tutup!

Sudirman Wamad - detikNews
Jumat, 08 Mei 2020 19:03 WIB
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis
Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menyosialisasikan pelaksanaan PSBB. (Foto: Sudirman Wamad/detikcom)
Cirebon -

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tingkat provinsi sudah berjalan tiga hari. Namun, masih banyak tempat usaha yang belum mematuhi pelaksanaan PSBB di Kota Cirebon.

Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis menyiapkan sanksi kepada pengusaha yang nekat beroperasi saat PSBB, utamanya pengusaha yang dikecualikan untuk membuka usahanya sesuai peraturan pemerintah tentang pelaksanaan PSBB.

Sekadar diketahui, Azis telah menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) nomor 14/2020 tentang pelaksanaan PSBB. Beberapa poin di antaranya menyebutkan sejumlah usaha yang diizinkan tetap beroperasi selama PSBB, yakni usaha bidang kesehatan, pangan, energi, komunikasi, keuangan, logistik, perhotelan dan konstruksi. Sementara itu, unit usaha yang bergerak di bidang lain, di luar delapan unit yang diperbolehkan beroperasi, diwajibkan tutup sementara.

"Apabila kemudian warga atau pelaku usaha tidak patuh. Maka kami akan meninjau ulang perizinan yang kami berikan. Ya mempertimbangkan kembali perizinan manakala mereka tidak patuh dengan anjuran pemerintah," tutur Azis usai berkeliling menyosialisasikan pelaksanaan PSBB di perempatan lampu merah Gunung Sari Kota Cirebon, Jawa Barat, Jumat (8/5/2020) sore.

Pada hari ketiga pelaksanaan PSBB tingkat provinsi, Azis bersama Forkopimda berkeliling Kota Cirebon menyosialisasikan PSBB. Rombongan pejabat daerah itu berhenti di beberapa titik lampu merah untuk menyampaikan sejumlah aturan dalam PSBB, salah satunya tentang wajib tutupnya usaha yang dikecualikan beroperasi saat PSBB.

"Kita berkeliling karena sejatinya mereka tahu, tapi belum memahami utuh apa itu PSBB. Besok kalau ada yang masih buka akan kita tutup," kata politikus Demokrat itu.

Ia menambahkan PSBB merupakan kebijakan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona atau COVID-19. "Saat ini sudah ada enam warga Kota Cirebon yang positif. Jangan sampai ada penambahan," ujar Azis.

(bbn/bbn)