Bupati Sukabumi Marwan Hamami meminta masyarakat untuk mendukung kebijakan yang diterapkan pemerintah dengan mentaati aturan soal PSBB. Menurut Marwan hal ini dilakukan untuk mencegah meluasnya penyebaran COVID-19 di Kabupaten Sukabumi.
Tidak hanya skema PSBB, Pemkab Sukabumi juga sudah menyiapkan langkah untuk mengatasi dampak sosial yang akan terjadi ketika hal itu diberlakukan.
"Seperti yang disampaikan pak Gubernur Jabar, ada 9 pintu bantuan untuk antisipasi persoalan sosial. Jadi kalau kemarin karena data saja sudah harus ribut padahal enggak usah seperti itu, selesaikan saja yang ada lalu yang kurang bisa didorong untuk bantuan lanjutan kan begitu solusinya," kata Bupati Marwan di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Sabtu (2/5/2020).
Menurut Marwan selain menyasar masyarakat yang pra sejahtera, bantuan sosial juga akan menyasar masyarakat menengah yang karena terdampak COVID-19 akhirnya terancam tidak punya penghasilan karena terkena pemutusan kerja atau persoalan lainnya.
Bantuan sosial ditegaskan Marwan tidak akan berhenti, masyarakat yang terdampak akan mendapat bantuan sosial dari pemerintah tapi melalui proses. Bantuan juga berjenjang mulai dari dari desa, kabupaten, propinsi dan pusat.
"Kita semua sama-sama terdampak karena COVID-19, saya dapat banyak informasi mereka yang dulunya berpenghasilan Rp 5 juta misalkan, kemudian karena ada kebijakan setelah pandemi mereka berhenti bekerja di Jakarta. Pulang enggak punya uang, mau diam di Jakarta enggak bisa makan, nah kategori ini yang justru tidak bisa diabaikan oleh kebijakan," jelas Marwan.
Marwan mengajak seluruh lapisan masyarakat bahu membahu membantu pemerintah menyelesaikan persoalan pandemi. Tidak hanya sekedar mempergunjingkan kebijakan namun memberikan solusi yang baik kepada pemerintah.
"Bagaimana masyarakat bisa membantu pemerintah menyelesaikan persoalan virus ini. Bahu membahu bagaimana COVID-19 ini bisa segera pergi dan situasi bisa kembali seperti sediakala, nilai silaturahmi bisa kembali terjalin," pungkas Marwan.
Polres Siapkan Beras 10 Ton
Kapolres Sukabumi AKBP Nuredy Irwansyah Putra kepada awak media usai mengikuti rapat persiapan PSBB, mengatakan sejak awal pandemi pihaknya memang sudah memerintahkan seluruh jajarannya di Polres Sukabumi untuk peka dengan lingkungannya.
"Sebenarnya sudah rutin kita memberikan bantuan sosial dilakukan mulai dari jajaran polsek-polsek hingga seluruh satuan di Mapolres Sukabumi. Tidak hanya suplay makanan kita juga membagikan sembako dan mendirikan dapur umum," ungkap Nuredy kepada detikcom.
Dikatakan Nuredy, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan kepada warga pra sejahtera dan yang terdampak langsung akibat pandemi virus corona. Pendataan dilakukan setiap polsek yang ada di wilayah hukum Polres Sukabumi.
"Pendataan dilakukan kepada warga yang tidak mendapat bantuan dari pemerintah seperti PKH, BPNT dan Paket Bansos dari Gubernur Jawa Barat. Untuk stok beras kami siapkan sebanyak 10 ton yang nantinya segera akan kita distribusikan ketika PSBB diberlakukan bekerja sama dengan perangkat desa," tambah Nuredy.
Untuk pengamanan PSBB sendiri, Nuredy mengungkap pihaknya sudah mendirikan 5 cek point di sejumlah wilayah perbatasan. Cek point itu nantinya difungsikan untuk menghalau para pemudik yang akan masuk ke wilayahnya.
"Kita bantu pelaksanaan PSBB di kabupaten Sukabumi, terdapat 5 cek point. Tugasnya memantau mereka yang terindikasi akan melakukan mudik, kita kembalikan. Ada juga aturan Kementrian Perhubungan (Kemenhub) soal pembatasan jumlah penumpang, kita pedomani saat pelaksanaan kegiatan PSBB di wilayah kita," pungkasnya.
(sya/ern)