Pandemi Corona

Ramai Kerumunan Warga, Jalan Protokol di Cianjur Ditutup

Ismet Selamet - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 18:46 WIB
Penutupan Jalan Protokol di Cianjur
Jalan yang ditutup di Cianjur (Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Padatnya aktivitas masyarakat berujung penutupan ruas jalan protokol di pusat perbelanjaan wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (29/4/2020) sore. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona setelah ditemukannya pasien positif COVID-19.

Berdasarkan pantauan detikcom, ada dua ruas jalan yang ditutup, yakni Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan Mangunsarkoro. Penutupan dilakukan mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

Jalan yang menjadi pusat ekonomi di wilayah perkotaan Cianjur itu seketika langsung sepi. Padahal biasanya sejak siang hingga menjelang waktu berbuka, ruas jalan tersebut padat, mulai kendaraan hingga pejalan kaki, yang mencari hidangan berbuka puasa ataupun ngabuburit.

Kasat Lantas Polres Cianjur AKP Ricky Adipratama menjelaskan penyekatan tersebut merupakan kedua kalinya pada awal Ramadhan ini. Sebab, sambung dia, masyarakat masih tetap berkerumun dan memadati jalanan di tengah pandemi Corona.

"Penyekatan ini juga dilakukan bukan karena kita tidak sayang sama masyarakat, justru dengan dilakukannya penyekatan kita bisa terhindar dari kerumunan dan penyebaran COVID-19," ujar Ricky di lokasi penutupan jalan.

Penutupan Jalan Protokol di CianjurJalan yang ditutup di Cianjur (Ismet Selamet/detikcom)

Ricky menuturkan, penyekatan ini akan dilakukan selama Ramadhan pada sore hingga menjelang Magrib. Namun titik penyekatan tidak hanya di ruas jalan tersebut, tetapi akan disesuaikan dengan ruas jalan yang padat dan banyak kerumunan.

"Kami juga mengimbau masyarakat tidak terlalu lama-lama di luar rumah. Karena virus Corona ini sangat berbahaya dan gampang menular, dan tidak lupa selalu gunakan masker," tutur Ricky.

Hingga hari ini, kasus COVID-19 di Cianjur tercatat tiga pasien positif Corona, yang terdiri atas dua orang dirawat di rumah sakit dan seorang lainnya meninggal dunia. Selain itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) tercatat ada 664 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 40 orang.

(bbn/bbn)