Ini Masing-masing Peran 4 Gadis Sadis Pembunuh Driver Taksi Online

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 16:49 WIB
Polisi amankan 4 pelaku pembunuhan driver taksi online di Bandung. Keempat pelaku diduga rencanakan pembunuhan karena tak sanggup bayar ongkos perjalanan.
Tampang gadis-gadis pembunuh driver taksi online (Foto: Muhammad Iqbal)
Bandung -

Empat gadis pembunuh sadis sopir taksi online ternyata memiliki peran masing-masing mulai dari eksekutor, membantu membuang mayat hingga menyembunyikan barang bukti. Mereka gelap mata hingga merencanakan pembunuhan pensiunan PNS itu.

Sebelum IK (15), RM (18), RK (20), dan SL (19) melakukan aksinya, mereka diduga merencanakan pembunuhan saat berada di kebun tee, dekat rumah RM di Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020).

IK, RK dan SL menyewa mobil lengkap dengan sopirnya dari Bekasi - Pangalengan. Sebelumnya RM diberitakan menunggu di Soreang, tetapi rupanya, RM masih berada di rumahnya.

Mereka pun akhirnya bertemu di tengah kebun teh tepat pukul lima sore. Di sana, IK mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki uang untuk membayar ongkos untuk pulang pergi Bekasi - Pangalengan sebesar Rp.1,7 juta. Di sanalah mereka mulai merencanakan untuk membunuh sang sopir.

"Pada saat pertemuan di kebun teh tersebut terduga IK menyampaikan kepada RM bahwa tidak memiliki uang untuk bisa membayar biaya grabcar. Dan akhirnya tercetus untuk membunuh sopir grabcar," ungkap Kanit Ranmor, Iptu Dharmaji saat dihubungi melalui pesan singkat oleh detikcom, Rabu (29/4/2020).

Setelah lengkap, mereka pun memutuskan untuk pergi tanpa pamit pada orang tua RM. Di sisi lain, rencana telah tersusun. Tepat pukul 10 malam, mobil berhenti di sisi Jalan Raya Banjaran - Pangalengan, yang gelap dan sepi.

RK dan SL diduga berpura-pura ingin buang air kecil, di berita sebelumnya pergi ke warung. Sedangkan IK dan RM masih di dalam mobil.

Saat itu, posisi duduk IK di belang sopir, RM di sebelah IK, kemudian SL di samping supir dan RK di belakang SL. Setelah keadaan mulai aman, IK yang sudah mengepal kunci inggris diduga mulai memukul kepala sopir hingga delapan kali.

Sang sopir sempat menahan tangan IK, lalu ia menggigit tangan IK agar kunci inggris yang dipegangnya lepas. Namun, melihat IK digigit, RM tidak terima. RM justru menarik sopir dari belakang, memukul dadanya, sampai diinjek mengenai leher sopir hinnga patah.

"RM ini melihat sopir menggigit IK. Ia marah, karena pacarnya (digigit). Akhirnya ditariklah sama si RM, ditarik ke bawah, dihajar dadanya, diinjek kena lehernya, lehernya patah," ungkap penyidik lainnya, Kanit Resum, Iptu Bagus Panuntun, Rabu (29/4/2020).

"Apakah bekas gigitannya masih ada?" tanya kami.

"Kemungkinan bekas gigitannya sudah hilang karena sudah satu bulan yang lalu kejadiannya," jawabnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2