Cerita Polisi Ungkap dan Tangkap 4 Gadis Pembunuh Driver Online

Muhammad Iqbal - detikNews
Rabu, 29 Apr 2020 11:47 WIB
Polisi amankan 4 pelaku pembunuhan driver taksi online di Bandung. Keempat pelaku diduga rencanakan pembunuhan karena tak sanggup bayar ongkos perjalanan.
Polwan menggiring salah satu tersangka pembunuhan driver taksi online. (Muhammad Iqbal/detikcom)

Polisi menduga mobil tersebut sengaja dibenturkan oleh pelaku untuk mengaburkan penyelidikan polisi. "Menghilangkan barang bukti, niatnya bukan ngambil," kata Kanit Resum Polresta Bandung Iptu Bagus Panuntun, Rabu (29/4/2020).

Dari rekaman tersebut, polisi mendapati wajah-wajah orang yang keluar dari mobil. Mereka berjumlah empat orang. Salah satu orang dari mereka bisa diidentifikasi polisi.

"Yang kami kenali dari CCTV saat itu ialah tersangka RK," ujar Bagus.

RK, yang diketahui beralamat tinggal di Jonggol, Kabupaten Bogor, ditangkap polisi pada Jumat, 24 April 2020. Masih pada hari yang sama, polisi menangkap tersangka lainnya, SL, di Kabupaten Bekasi.

Polisi menggeledah kediaman SL dan menemukan sejumlah barang bukti. "Barang buktinya terdiri kunci inggris dan dompet korban," ucap Bagus.

Polisi amankan 4 pelaku pembunuhan driver taksi online di Bandung. Keempat pelaku diduga rencanakan pembunuhan karena tak sanggup bayar ongkos perjalanan.Polisi menyita sejumlah barang bukti. (Muhammad Iqbal/detikcom)

Lalu, di tempat berbeda, polisi menangkap RM di rumah tinggalnya, Pangalengan, Kabupaten Bandung. Pada hari itu, polisi baru menangkap ketiga tersangka. Mereka diinterogasi oleh petugas. Keesokan harinya, polisi terus bergerak dan menangkap pelaku utama, IK, di tempat tinggalnya, Bekasi, pada Sabtu, 25 April 2020.

Dari hasil keterangan para tersangka, pelaku tega membunuh driver taksi online itu karena tidak mampu membayar ongkos perjalanan Bekasi-Pangalengan sebesar Rp 1,7 juta. Mereka berempat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Empat gadis sadis tersebut dijerat pasal pembunuhan berencana dan pencurian disertai kekerasan. Ancaman hukuman selama 20 tahun atau maksimal seumur hidup.


(bbn/bbn)